University of Melbourne Luncurkan IndoTekno, Program Pelatihan Seni  dengan Indonesia

University of Melbourne telah meluncurkan IndoTekno. Foto: University of Melbourne

University of Melbourne Luncurkan IndoTekno, Program Pelatihan Seni dengan Indonesia

Fajar Nugraha • 28 October 2025 16:50

Melbourne: University of Melbourne telah meluncurkan IndoTekno, sebuah program pelatihan unggulan yang akan menyambut tenaga-tenaga profesional di bidang produksi teater dari Indonesia di Melbourne untuk belajar langsung dan pertukaran ide kreatif.

Diselenggarakan melalui kolaborasi dengan University of Melbourne Arts and Culture (UMAC), Victorian College of the Arts (VCA), Asialink, Turning World, dan didukung oleh Pemerintah Victoria, program ini berlandaskan kemitraan budaya dan pendidikan yang kuat antara Negara Bagian Victoria dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

IndoTekno membuka kesempatan bagi para teknisi dan manajer produksi teater Indonesia tingkat menengah (mid-career) untuk mendapatkan pengalaman internasional, mengembangkan kemampuan teknis dan kreatif mereka, serta memperluas jaringan profesional mereka di sektor kreatif Melbourne.

Selama empat minggu ke depan, para peserta akan mengikuti lokakarya di University of Melbourne dan belajar langsung dari para pakar industri melalui penempatan yang disesuaikan dengan perusahaan seni terkemuka di Victoria. Program percontohan ini mengembangkan keahlian teknis dan manajemen para peserta sekaligus memperdalam pemahaman budaya dan pembelajaran bersama antara Australia dan Indonesia.

Setelah kembali ke tanah air, para peserta akan berbagi pengetahuan dengan rekan-rekan mereka di Indonesia, membantu mengembangkan keterampilan dan menciptakan peluang di komunitas mereka dan sektor seni yang lebih luas.

Profesor Michael Wesley, Deputy Vice-Chancellor (Global, Budaya dan Keterlibatan), mengatakan bahwa IndoTekno menggarisbawahi komitmen Australia untuk memperdalam hubungan dengan Indonesia dan mengakui pentingnya peran pertukaran kreatif dalam kemitraan regional.

"Dengan mendukung program-program seperti IndoTekno, University of Melbourne menegaskan perannya sebagai penghubung pengetahuan, pertukaran budaya, dan inovasi di Asia dan Pasifik," ujar Profesor Wesley, dikutip dari keterangan tertulis University of Melbourne, Selasa 28 Oktober 2025.

"Kolaborasi budaya seperti ini tidak hanya memperkaya sektor artistik kita, tetapi juga memupuk rasa saling pengertian yang lebih dalam yang sangat penting bagi stabilitas dan kemakmuran kawasan kita,” ungkap Profesor Wesley.

Profesor Emma Redding, Direktur Victorian College of the Arts (VCA), menyoroti potensi program ini untuk mendorong pertumbuhan bersama dan kolaborasi antara komunitas kreatif Indonesia dan Australia.

"IndoTekno menciptakan wadah bagi para profesional Indonesia untuk meningkatkan keterampilan, bertukar ide, dan memperluas jaringan global, berkontribusi pada karir pribadi dan komunitas lokal. Pada saat yang sama, IndoTekno juga menawarkan kesempatan berharga bagi sektor kreatif di Melbourne untuk berinteraksi dan belajar dari rekan-rekan di Indonesia, memupuk kemitraan artistik lintas budaya dan mendorong inovasi," ujar Profesor Redding.

IndoTekno merupakan salah satu program pertama yang diselenggarakan di bawah Nota Kesepahaman Victoria-Yogyakarta, dengan pendanaan dari Pemerintah Victoria. Salah satu peserta, Caron Shaine, seorang manajer produksi dan panggung asal Indonesia, mengatakan bahwa kelompoknya sangat bersemangat untuk belajar dari sektor kreatif di Melbourne.

"Sungguh kesempatan istimewa bagi kami untuk merasakan budaya produksi jauh dari negara kami. Apalagi program ini dibuat khusus untuk kami sehingga benar-benar memperkaya pengalaman belajar kami,” ucap Shaine.

IndoTekno merupakan bagian dari visi yang lebih luas dari University of Melbourne dan para mitranya untuk memperdalam hubungan Australia-Indonesia, mengakui kekuatan kreatif Indonesia dan mendukung kolaborasi yang berkelanjutan.

Selama lebih dari 70 tahun, University of Melbourne telah menyambut mahasiswa Indonesia, yang kini menjadi kelompok mahasiswa internasional terbesar kedua. Dengan 46 kemitraan institusional aktif yang mencakup penelitian, pengajaran, mobilitas mahasiswa, dan inovasi, University of Melbourne terus memperkuat hubungan yang tulus dan saling menguntungkan antara kedua negara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)