Ilustrasi pengadilan/Medcom.id
Jaga Persidangan Kondusif, Seluruh Elemen Diminta Tak Arogan
M Sholahadhin Azhar • 16 February 2025 17:54
Jakarta: Kerusuhan di persidangan pencemaran nama baik, yang melibatkan pengacara Razman Arif Nasution dan Hotman Paris Hutapea, disorot. Seluruh pihak diminta menjaga pengadilan kondusif.
"Hal itu jelas diatur kode etik advokat, UU Advokat dan UU sistem acara peradilan serta aturan lainnya," ungkap kata founder laman Konsultasi Hukum Asmanidar dalam keterangan tertulis, Minggu, 16 Februari 2025.,
Menurut dia, seluruh advokat mesti mematuhi hal itu. Sekaligus, menanggalkan arogansi di ruang sidang. Sehingga, tak menghilangkan esensi persidangan.
| Baca: Polri Segera Periksa Ketua PN Jakut Terkait Ulah Razman Merusuh di Persidangan |
"Persidangan itu jelas untuk mengadili perkara, bukan ruang debat apalagi sampai melakukan penyerangan, menaiki meja, berkata kasar," kata dia.
Di sisi lain, Asmanidar mengulas soal istilah no viral no justice yang ramai diperbincangkan, dan dikaitkan dengan kejadian itu. Menurut dia, hal itu ada benarnya, tapi jangan sampai menghilangkan esensi perkara.
Asmanidar juga melihat dampak dari peristiwa itu, yang mengakibatkan BAS (Berita Acara Sumpah) dicabut karena huru hara dan tindakan arogansi di ruang sidang. Menurut dia, hal itu merupakan tindakan konyol.
"Advokat harus berpegang pada sumpah advokat, kode etik dan undang-undang. Jangan menodai predikat officium nobile yang telah disematkan," kata Asmanidar


Founder Konsultasi Hukum Asmanidar/Istimewa
Dia ingin hal itu dipegang teguh advokat yang bersidang. Jangan sampai melanggar aturan demi membela klien mereka.
“Kalau advokat tidak menghargai ini, siapa lagi yang mereka hargai? Cara seperti ini bukan menyelesaikan masalah, malah keluar dari esensi,” ungkapnya
Senada, konsultan media, Gemal Panggabean, melihat Razman Arif Nasution dan Firdaus tidak seharusnya menampilkan sikap arogan di media. Karena hal tersebut tidak membuat masyarakat dan pemirsa bersimpati dengan mereka.
“Memang arogan gebrak meja dan naik ke atas meja bikin cepat viral. Tetapi, belum tentu mendapatkan simpati. Justru malah memperparah keadaan. Ini tentu cara yang tidak efektif,” kata Gemal.
Gemal juga berharap agar Mahkamah Agung, asosiasi, media dan stakeholder tidak lagi membiarkan gimmick pengacara yang arogan seperti itu. Pemerintah dan stakeholder juga didorong bisa lebih menghargai dan mengapresiasi perjuang advokat muda yang membela kaum kecil.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com