Waste to Empower, Peningkatan Ekonomi Komunitas Melalui Bank Sampah

20 perwakilan pengelola bank sampah mengikuti pelatihan program Waste to Empower.

Waste to Empower, Peningkatan Ekonomi Komunitas Melalui Bank Sampah

14 October 2024 10:50

Jakarta: Sektor pengelolaan limbah di tingkat komunitas mulai diperhitungkan sebagai pilar baru dalam ekonomi sirkular. Hal ini ditandai dengan peluncuran program 'Waste to Empower' oleh peritel MR.D.I.Y. Indonesia berkolaborasi dengan T.CARE Foundation, yang secara khusus menargetkan peningkatan kapasitas dan kualitas pengelola bank sampah di Jabodetabek.

Chief Financial Officer MR.D.I.Y. Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang untuk memastikan upaya pelestarian lingkungan sekaligus memberikan multiplier effect bagi pemberdayaan ekonomi komunitas.

"Kami tidak hanya melihat sampah sebagai masalah, tetapi sebagai potensi sumber daya dan penggerak ekonomi. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan ekosistem yang tangguh dan inklusif," kata Rika, usai peluncuran di Kantor Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Program ini diikuti oleh 20 perwakilan pengelola bank sampah yang akan menjalani pelatihan intensif selama tiga bulan.

Kurikulum pelatihan difokuskan pada aspek manajemen bank sampah dan kepemimpinan komunitas, yang merupakan kunci untuk mengubah unit bank sampah menjadi entitas yang lebih profesional dan berkelanjutan secara finansial.

Mengejar Efisiensi dan Inovasi Ekonomi

Bank sampah di Indonesia kini berjumlah 27.361 unit, sebuah lonjakan signifikan yang menuntut peningkatan kompetensi manajerial pengelolanya. Program ini didesain agar pengelola tidak hanya berfungsi sebagai pemilah, tetapi juga sebagai penggerak perubahan ekonomi.

"Kami ingin menumbuhkan keyakinan bahwa komunitas adalah garda terdepan dalam perubahan. Bank sampah harus bertransformasi menjadi pusat edukasi, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan," kata Program Manager T.CARE Foundation, Hidayatul Gusra, .

Peningkatan kapasitas operasional diharapkan bank sampah peserta dapat meningkatkan kapasitas operasional hingga 30 persen, yang secara langsung akan berdampak pada volume sampah terkelola dan potensi pendapatan.

Pemberian 10 hibah inovasi yang fokus pada perempuan penggerak lingkungan, yang akan mendorong penciptaan nilai tambah (produk daur ulang) dan diversifikasi sumber pendapatan.

Sebagai dukungan konkret untuk meningkatkan efisiensi operasional, MR.D.I.Y. memberikan bantuan perbaikan sarana, media pembelajaran, dan paket kebersihan.

Penyuluh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Kuspriyanto, menilai program ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekosistem bank sampah.

"Dukungan pengembangan proyek sosial dan fasilitas yang diberikan menjadikan bank sampah tidak hanya sebagai fasilitas lingkungan, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat yang memiliki potensi ekonomi signifikan," jelas Kuspriyanto.

Harapan agar program ini diperluas juga datang dari pemerintah setempat. Kabid Ekbang Kecamatan Ciracas, Asianti, menekankan bahwa dampak pemberdayaan ekonomi dari program ini berpotensi besar untuk dirasakan masyarakat di banyak tempat.