Pengamat Politik Rocky Gerung. Foto: MI/Rommy Pujianto
Massa Geruduk Rumah Rocky Gerung, Masyarakat Diimbau Tak Lakukan Kekerasan
Siti Yona Hukmana • 9 August 2023 14:06
Jakarta: Sekelompok orang geruduk rumah pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung. Polri mengimbau masyarakat tidak melakukan tindakan kekerasan.
"Untuk terkait dengan gangguan Kamtibmas ataupun tindakan-tindakan kekerasan, kami mengimbau kepada masyarakat untuk bisa melakukan kegiatan sesuai dengan undang-undang," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Sandi Nugroho di Dewan Pers, Jakarta, Rabu, 9 Agustus 2023.
Sandi mengatakan laporan terhadap Rocky Gerung telah diterima dan tengah dalam proses pemeriksaan. Dia meminta seluruh pihak mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dan menjaga diri dari upaya main hukum sendiri.
"Kita jaga kondusifitas kota ini, negara ini karena saat ini sedang fokus untuk penyelenggaraan pemilu biar bisa berjalan dengan baik, aman dan nyaman," ujar Sandi.
Sandi mengaku telah mengumpulkan 13 laporan polisi terkait Rocky Gerung. Semua laporan disatukan di Bareskrim Polri dan dipelajari oleh tim penyidik untuk diidentifikasi apakah memenuhi unsur-unsur yang ada dalam peraturan perundang-undangan.
"Ataupun alat bukti apa yang dibutuhkan dan lain sebagainya. Saat ini sedang dalam proses pendalaman ya," ungkapnya.
Akademisi Rocky Gerung mengaku mengalami intimidasi dari sejumlah massa dalam acara live streaming di YouTube Rocky Gerung Official pada Senin, 7 Agustus 2023. Rocky mengatakan rumahnya didemo oleh beberapa orang.
Aksi demo yang dilakukan terbilang keras karena pagar rumah Rocky dirusak. Rumah filsuf dan Akademisi itu juga dilempari telur busuk.
"Kemarin ada yang bertanya, kok dua hari berturut-turut ada demo di rumah Pak Rocky. Saya enggak tahu dari mana, bahkan demo itu makin keras. Pagar saya dirusak, dilempari telur busuk, dan sebagainya. Kegiatan ini akan terus berlangsung, dan kita tidak tahu siapa yang mengorganisasi ini," kata Rocky.