Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Foto: Metrotvnews.com/Fachri.
Mensesneg Tegaskan Polemik Komunitas Pemain Tradisional 'Dipalak' di GBK Selesai
Kautsar Widya Prabowo • 11 July 2025 18:03
Jakarta: Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi merespons kasus adanya komunitas yang diminta membayar Rp1,9 juta saat beraktivitas di kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Prasetyo memastikan persoalan tersebut telah rampung.
“Nggak, itu sudah diselesaikan. Sudah diselesaikan dan tidak benar kalau ada semacam patokan tarif,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Juli 2025.
Politikus Partai Gerindra menjelaskan, komunitas tersebut sempat beraktivitas di lokasi yang memang dikomersialkan. Namun, pihaknya telah menyediakan tempat bagi masyarakat untuk beraktivitas secara cuma-cuma.
“Kalaupun ingin digunakan untuk kegiatan (nonkomersial), bisa dicarikan lokasi lain,” bebernya.
Baca juga:
Pramono Respons Aktivitas di GBK Bayar: JIS dan Velodrome Gratis! |
Selain itu, Pras menyebut Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) selaku pengelola GBK telah melakukan dengan komunitas terkait. Sehingga, dipastikan tak ada persoalan kembali.
“Sudah, sudah. Dan teman-teman komunitas juga telah membantah tudingan tersebut,” ujar dia.
Diketahui, pengelola kawasan GBK Senayan telah berkomunikasi dengan komunitas yang merasa diminta bayaran saat beraktivitas di ruang publik itu. Dalam komunikasi tersebut, telah disepakati bahwa aktivitas komunitas tersebut bukan bersifat komersial dan tidak bertujuan untuk mencari keuntungan.
Walhasil, kegiatan yang dilakukan oleh komunitas itu tidak dikenakan tarif selama sesuai dengan ketentuan dan tidak mengganggu ketertiban umum. Namun, jika penggunaan area bersifat eksklusif dan bersponsor, maka akan dikenakan tarif sesuai aturan.