Jalan di Kabupaten Blora berada di perbatasan dengan Ngawi, Jawa Tengah, menunggu perbaikan. Dokumentasi/ istimewa
Dampak Efesiensi Anggaran, Pemkab Blora Cari Pinjaman untuk Perbaikan Infrastruktur
Media Indonesia • 27 February 2025 16:22
Blora: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora kelabakan hingga berencana mencari pinjaman untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Hal tersebut terjadi lantaran dampak efesiensi anggaran terutama untuk Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
Pemantauan hingga saat ini sejumlah ruas jalan di Kabupaten Blora masih belum layak karena selain rusak, juga masih berupa jalan tanah dan bagian di antaranya belum dapat menembus desa-desa tertentu karena berada di kawasan hutan, sehingga dampaknya cukup terasa perekonomian berjalan lambat.
"Pemotongan bagi Kabupaten Blora akibat efesiensi anggaran sangat besar mencapai Rp65 miliar, sehingga harus dicarikan solusi agar pembangunan infrastruktur yang sudah diprogramkan tetap berjalan," kata Sekretaris Daerah Blora, Komang Gede Irawadi, Kamis, 27 Februari 2025.
| Baca: Pemprov Jatim Tetap Menggelar Mudik Gratis Meski Ada Instruksi Efisiensi
|
Menghadapi kondisi ini, menurut Komang Gede Irawadi, maka saat ini sedang dikakukan pengkajian anggaran secara menyeluruh terutama masalah infrastruktur, karena satu sisi sangat dibutuhkan dan diharapkan warga agar perekonomian berjalan.
"Skema agar semua program dapat berjalan adalah mencari pinjaman atau hutang," jelasnya.
Berdasarkan skema mengandalkan pinjaman daerah ini, ungkap Komang, telah disetujui legislatif Rp215 miliar yang akan digunakan untuk perbaikan jalan di Blora sebanyak 41 ruas bagian dapat berkembang menjadi 50 ruas jalan.
"Setelah adanya efesiensi anggaran DAK awalnya untuk perbaikan jalan dibatalkan," ujarnya.