Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari (kanan). Foto: ANTARA/Fathur Rochman.
Temuan 241 Ribu Kasus, Pemerintah Percepat Penanganan TBC Nasional
Fachri Audhia Hafiez • 6 May 2026 16:27
Jakarta: Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan percepatan luar biasa dalam penanganan penyakit tuberkulosis (TBC). Langkah ini diambil merespons temuan kasus TBC yang telah mencapai 241.000 kasus hingga 3 Mei 2026.
Pemerintah kini fokus mengejar ketertinggalan target inisiasi dan keberhasilan pengobatan melalui serangkaian program strategis yang berjalan simultan.
Baca Juga :
Bakom RI Ungkap Temuan 241 Ribu Kasus TBC
"Penemuan kasus, lebih dari 241.000 kasus, inisiasi pengobatan 84 persen dari target 95 persen, dan keberhasilan pengobatan 80 persen dari target 90 persen. Perlu kami sampaikan bahwa capaian penemuan kasus TBC masih memerlukan percepatan. Namun, sekali lagi, pemerintah telah mengambil berbagai langkah konkret yang berjalan secara simultan," kata Kepala Bakom, Muhammad Qodari dalam jumpa pers di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 6 Mei 2026.
Strategi percepatan tersebut mencakup integrasi skrining TBC dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar masyarakat umum dan pekerja di kementerian/lembaga.
Selain itu, pemerintah melakukan penguatan deteksi dini di puskesmas melalui penyediaan alat Near Point of Care Testing (NPOCT) dan pemeriksaan X-ray yang mulai masif dilakukan pada semester kedua tahun ini.
"Pemerintah menargetkan pembentukan desa siaga TBC di 30 persen dari seluruh desa di Indonesia. Dari total 70 ribuan desa, ini sekarang ada 6.000 desa, berarti baru sekitar 9 persen ya, sementara target adalah 30 persen," ucap Qodari.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Dok. Medcom.id.
Tidak hanya dari sisi medis, percepatan juga dilakukan melalui intervensi lingkungan dengan target perbaikan 8.000 rumah pasien TBC pada tahun 2026. Fokus ini ditujukan pada wilayah dengan beban kasus tinggi guna memutus rantai penularan di lingkungan hunian yang tidak sehat, di mana saat ini sebanyak 5.453 rumah telah masuk dalam proses usulan perbaikan.
"Target perbaikan 8.000 rumah pasien TBC memutus rantai penularan dari sumber terbesar, yaitu hunian yang tidak sehat. Di balik setiap anak yang diskrining, ada harapan untuk perbaikan masa depan kita. Di balik setiap pasien yang diobati, ada keluarga yang terlindungi," ujar Qodari.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com