Wakil Gubernur (Wagub) Achmad Dimyati Natakusumah menyerahkan hewan kurban bantuan dari ASN Pemprov Banten untuk Iduladha 2026. ANTARA/HO-Pemprov Banten
Pemprov Banten Salurkan Hewan Kurban Sehat untuk Masyarakat di Delapan Daerah
Silvana Febiari • 28 May 2026 16:24
Tangerang: Wakil Gubernur (Wagub) Achmad Dimyati Natakusumah memastikan hewan kurban yang dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam kondisi sehat. Hewan kurban tersebut juga dinyatakan layak untuk dikonsumsi pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
"Semua hewan kurban yang diserahkan merupakan hewan jantan, sehat dan sudah diperiksa kesehatannya berkali-kali," kata Dimyati, dilansir dari Antara, Kamis, 28 Mei 2026.
Ia mengatakan, hewan kurban untuk Iduladha ini dihimpun melalui organisasi perangkat daerah atau OPD yang terdiri atas 32 ekor sapi, dua ekor kerbau, dan 23 ekor kambing. Seluruh hewan kurban tersebut digabungkan dengan hewan kurban yang dihimpun BAZNAS Provinsi Banten untuk didistribusikan kepada mustahik di delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten.
BAZNAS Provinsi Banten turut menghimpun 25 ekor sapi dan 37 ekor kambing untuk penyaluran kurban tahun ini. "Saya mengucapkan terima kasih kepada ASN Pemprov Banten, masyarakat, BUMN, dan BUMD yang telah berpartisipasi dalam ibadah kurban tahun ini," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dimyati juga menyerahkan secara simbolis seekor sapi kurban kepada Ketua DKM Masjid Raya Al Bantani, Syibli Syardjaya. "Saya apresiasi kepada para ASN Pemprov Banten, masyarakat, serta jajaran BUMN dan BUMD yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk berkurban," ungkap dia.

Ilustrasi sapi kurban. (Pexels)
Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Nasir mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan intensif terhadap lapak penjualan hewan kurban di seluruh wilayah Banten. Dia menjelaskan, terdapat hampir 2.000 lapak hewan kurban yang dipantau oleh tim kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner (kesmavet), termasuk dokter hewan dan paramedik veteriner.
"Tim kami sudah disebar ke berbagai titik untuk melakukan pengawasan. Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ditemukan penyakit pada hewan kurban," ucapnya.
Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan secara ketat karena pasokan hewan kurban tidak hanya berasal dari Banten, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Jawa Barat dan Lampung. "Kita memastikan setiap hewan yang masuk ke Banten memiliki surat keterangan sehat dari dokter hewan setempat, sehingga aman untuk dikonsumsi dan layak dijadikan hewan kurban," paparnya.
Selain pengawasan kesehatan hewan, Dinas Pertanian juga telah melaksanakan sosialisasi kepada pengurus masjid dan panitia penyembelihan halal. Sosialisasi tersebut mencakup tata cara penyembelihan sesuai syariat serta standar kesehatan yang berlaku.
"Kami berharap hewan kurban yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Banten. Kami juga mengimbau masyarakat memilih hewan yang sehat dan sesuai kriteria hewan kurban," imbuh dia.