Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu
Iran-Israel Sepakat Hentikan Serangan Saling Balas atas Seruan Trump
Muhammad Reyhansyah • 9 June 2026 11:56
Teheran: Iran dan Israel pada Senin, 8 Juni 2026 menyatakan telah menghentikan serangan terhadap satu sama lain setelah seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Teheran memperingatkan bahwa permusuhan dapat kembali pecah jika Israel terus menyerang kelompok Hizbullah di Lebanon.
Konfrontasi langsung terbesar antara kedua negara sejak April itu sempat mengancam upaya Washington mencapai kesepakatan dengan Teheran untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan.
Harga minyak dunia sempat melonjak hingga lima persen setelah rentetan serangan terjadi. Namun, harga kembali melemah setelah militer Iran menyatakan gelombang pertama serangan rudalnya ke Israel telah berakhir.
Seorang sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan Israel juga memutuskan menghentikan serangannya terhadap Iran.
Teheran meluncurkan rudal ke wilayah Israel pada Minggu malam sebagai balasan atas serangan terhadap kelompok Hezbollah yang didukung Iran di pinggiran Beirut.
Israel kemudian menyerang sistem pertahanan udara Iran dan sebuah fasilitas petrokimia yang diklaim digunakan untuk memproduksi rudal balistik.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pihaknya membalas dengan menyerang fasilitas serupa di Kota Haifa, Israel.
Hingga kini tidak ada laporan korban jiwa dari kedua pihak. Trump mengatakan Iran dan Israel sama-sama menginginkan gencatan senjata segera.
“Negosiasi akhir mengenai perdamaian sedang berlangsung, selama tidak dihalangi oleh kebodohan atau ketidaktahuan,” tulis Trump di media sosial, dikutip dari AsiaOne, Selasa, 9 Juni 2026.
Pejabat Amerika Serikat dan Israel menyebut Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga telah melakukan pembicaraan melalui telepon pada Senin.
Dalam wawancara dengan Axios, Trump mengaku memperingatkan Netanyahu agar berhati-hati jika ingin kembali memperluas perang dengan Iran.
“Saya mengatakan, ‘Bibi, Anda harus berhati-hati, atau Anda akan sendirian dalam waktu dekat’,” kata Trump.
Namun, Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat Yechiel Leiter membantah laporan bahwa Trump menekan Netanyahu. Ia menyebut hubungan kedua pemimpin tetap baik dan pembicaraan berlangsung secara konstruktif.
Ketegangan Masih Membayangi Negosiasi
Meski serangan dihentikan untuk sementara, baik Iran maupun Israel menegaskan kesiapan mereka melanjutkan operasi militer jika diperlukan.Seorang pejabat militer Israel mengatakan negaranya siap melanjutkan operasi “selama diperlukan”.
Sementara itu, sumber militer Iran yang dikutip kantor berita Tasnim menyebut Teheran siap menghadapi konflik berkepanjangan dan dapat kembali menyerang kepentingan Amerika Serikat di kawasan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak semua pihak menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi yang sudah rapuh.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan komunikasi dengan Washington masih berlangsung dalam suasana “kecurigaan yang sangat tinggi”.
Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran Ebrahim Azizi juga memperingatkan bahwa setiap ancaman terhadap keamanan nasional Iran atau sekutunya di kawasan akan dibalas dengan respons yang tegas dan mahal.
Dinamika Konflik
Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman menyatakan akan menghentikan pelayaran Israel di Laut Merah dan mengklaim telah menembakkan rudal ke Israel.Militer Israel kemudian mengatakan berhasil mencegat sebuah target udara mencurigakan yang datang dari arah Yaman setelah sirene peringatan berbunyi di wilayah Eilat.
Meski situasi masih tegang, sejumlah tanda normalisasi mulai terlihat. Penerbangan di Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, kembali beroperasi pada Selasa setelah sempat dihentikan hampir 24 jam akibat serangan rudal Iran ke Israel.
Sementara itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk Lebanon Michel Issa mengatakan perundingan antara Lebanon dan Israel dijadwalkan kembali berlangsung di Washington.
Iran sendiri masih membatasi sebagian besar pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia. Sebagai balasan, Washington tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Trump menegaskan setiap kesepakatan damai harus memastikan Iran tidak dapat mengembangkan senjata nuklir. Adapun tuntutan Teheran mencakup pencabutan sanksi internasional, pencairan aset yang dibekukan, dan pengakuan atas kendalinya terhadap Selat Hormuz.