Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat. Foto: Antara.
Tekan Volume Sampah, KLH Gaungkan Tobat Ekologis Nasional
Anggi Tondi Martaon • 6 June 2026 12:54
Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menggaungkan gerakan pertobatan ekologis secara nasional. Hal it dilakukan untuk menekan produksi sampah yang kini telah menembus angka 51 juta ton setiap tahunnya.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Jumhur Hidayat menyerukan pentingnya mengubah paradigma tata kelola sampah dari hulu ke hilir untuk menekan volume produksi sampah jutaan ton tersebut. "Pertobatan ekologis bukan sekadar kata-kata, tetapi sebuah panggilan untuk merenung dan mengubah cara kita berinteraksi dengan alam," kata Jumhur dikutip dari Antara, Sabtu, 6 Juni 2026.
Jumhur memaparkan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah. Sebab, 74 persen dari total volume limbah tahunan belum dikelola secara optimal dan mayoritas berakhir menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan metode open dumping atau metode menimbun dan dibiarkan tanpa pengolahan berkelanjutan.
Guna memutus siklus kumpul-angkut-buang yang memicu fenomena TPA kelebihan kapasitas (overload), Jumhur mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengaktivasi gerakan pemilahan sampah organik dan anorganik dari lingkup rumah tangga.

Ilustrasi sampah. Foto: Medcom.id.
Dalam hal ini, ia menginstruksikan jajaran Kementerian LH/BPLH untuk memberikan intervensi secara masif. Salah satunya penyediaan kotak sampah dan bibit pohon ke masyarakat setiap kabupaten kota.
"Selain tata kelola limbah terpadu yang diarahkan menjadi produk kompos hingga bahan bakar industri (electricity), pilar pertobatan ekologis ini juga diwujudkan melalui peluncuran program penanaman dua miliar pohon di seluruh Indonesia," kata dia.
Kementerian LH optimistis gerakan nasional yang bertumpu pada kesadaran rakyat ini mampu mendukung komitmen Paris Agreement dalam menekan kenaikan suhu global agar tetap berada sedekat mungkin pada batas 1,5 derajat Celcius sekaligus mendorong terciptanya lapangan kerja baru di sektor hijau (green jobs).