Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dok MCH 2026
Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Ingatkan Jemaah Jaga Stamina
Akmal Fauzi • 8 June 2026 10:22
Jakarta: Sebanyak 5.499 jemaah haji Indonesia gelombang kedua mulai memadati Madinah pada Minggu, 7 Juni 2026. Kedatangan rombongan ini menandai dimulainya fase jemaah ke Madinah setelah mereka menuntaskan seluruh rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Mengingat beratnya fase Armuzna yang menguras fisik, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengimbau jemaah untuk memanfaatkan masa tinggal di Madinah dengan lebih rileks. Pemulihan stamina harus menjadi prioritas utama.
“Di Madinah ini tempat bergembira, lebih santai, lebih rileks. Kita berharap jemaah jangan menguras tenaga lagi karena tenaga mereka sudah banyak digunakan selama menjalani rangkaian ibadah haji di Makkah dan Armuzna,” ujar Dahnil di Madinah, Minggu, 7 Juni 2026.
Menurut Dahnil, pergerakan gelombang kedua ini membutuhkan perhatian medis dan pelayanan yang lebih ekstra. Berdasarkan evaluasi penyelenggaraan haji dari tahun ke tahun, kondisi fisik jemaah umumnya mulai drop menjelang fase kepulangan.
Dia meminta jemaah bersikap realistis dalam beribadah dan tidak mematok target fisik yang berlebihan. Jemaah diminta dapat menikmati ibadah sebagaimana mestinya dan sewajarnya.
“Pesan kami yang paling penting adalah kesehatan dan keselamatan. Jangan memaksakan diri,” tegas dia.

Ilustrasi ibadah haji. Pexels
Baca Juga:
Kemenhaj Dorong Peningkatan Layanan Haji Tahun Depan |
Untuk mendukung pemulihan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh akomodasi jemaah gelombang kedua ini berada sangat dekat dengan Masjid Nabawi. Kebijakan zonasi ini sengaja diambil agar jemaah tidak perlu menghabiskan energi hanya untuk berjalan kaki menuju tempat ibadah.
“Semua jemaah di Madinah mendapatkan hotel yang dekat. Ada yang hanya sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi, sementara yang lain berada di kawasan Markaziyah yang juga dekat dan mudah dijangkau,” kata Dahnil.
Fase di Kota Nabi diharapkan menjadi momen kontemplasi yang tenang bagi jemaah. Petugas juga telah menyiapkan skema penjadwalan agar seluruh jemaah bisa ke Raudhah secara tertib tanpa harus mengantre panjang.
“Kami berharap jemaah bisa menikmati suasana Madinah, memperbanyak ibadah dengan tenang, serta memanfaatkan kesempatan berziarah ke Raudhah dengan baik. Yang terpenting, kesehatan tetap terjaga hingga kembali ke Tanah Air,” ujar Dahnil.