Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat dukungan penyediaan air minum dan sanitasi bagi 2.623 masyarakat terdampak gempa bumi yang saat ini mengungsi di dua posko pengungsian terpusat di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). F
Kementerian PU Perkuat Layanan Air Minum untuk 2.623 Pengungsi Gempa NTT
Fachri Audhia Hafiez • 23 August 2026 08:47
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat dukungan penyediaan air minum dan fasilitas sanitasi bagi 2.623 jiwa warga terdampak gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT). Khususnya yang saat ini menempati dua posko pengungsian terpusat di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
“Kementerian PU terus memperkuat dukungan di lapangan untuk memastikan kebutuhan air minum dan sanitasi masyarakat terdampak dapat terpenuhi. Sarana yang ada kami optimalkan dan peralatan tambahan segera dimobilisasi sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan resminya di Jakarta, dilansir Antara, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Dua posko utama pengungsian di Kecamatan Reok meliputi Posko Golo Conggo dengan kapasitas 1.111 jiwa. Sementara, Posko Barangkolong yang menampung 1.512 jiwa.
Guna mencukupi kebutuhan harian masyarakat sejak pascagempa 15 Agustus 2026, pasokan air minum disokong lima unit Hidran Umum (HU) berkapasitas masing-masing 1.000 liter kerja sama Pertamina dan Brimob. Penyaluran air bersih juga dibantu tiga unit Mobil Tangki Air (MTA) milik PDAM Komodo dengan memanfaatkan sumber air dari SPAM IKK Reok.
Untuk mengoptimalkan pelayanan, Kementerian PU tengah mengirimkan sarana tambahan dari Lombok, NTB, yang diproyeksikan tiba di lokasi pengungsian Reok pada Minggu malam, 23 Agustus 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo. Foto: Metrotvnews.com/Siti Yona Hukmana.
Peralatan tambahan yang dikirimkan meliputi 4 unit MTA, 1 unit mobil vakum, 1 dump truck, 5 set HU, 2 unit portable MCK, serta 1 unit Biority. Penambahan unit portable MCK dan mobil penyedot lumpur tinja tersebut ditargetkan dapat memaksimalkan sanitasi darurat serta pengelolaan limbah di kawasan pengungsian.
Dalam menangani masa tanggap darurat pascabencana di NTT, Kementerian PU terus berkoordinasi secara intensif bersama pemerintah daerah, PDAM, BNPB, serta unsur TNI-Polri.