BPS DKI Sebut Sensus Ekonomi Bantu Identifikasi Peluang Bisnis Baru

Ilustrasi Badan Pusat Statistik (BPS). Foto: MI.

BPS DKI Sebut Sensus Ekonomi Bantu Identifikasi Peluang Bisnis Baru

Anggi Tondi Martaon • 9 April 2026 16:40

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mengatakan data yang dihasilkan Sensus Ekonomi 2026 dapat membantu pengusaha merencanakan ekspansi, mengidentifikasi peluang bisnis baru. Sensus juga menyesuaikan strategi bisnis untuk menghadapi tantangan ekonomi.

"Dalam hal ini, data sensus akan memberikan gambaran sektor-sektor yang sedang berkembang dan memiliki potensi investasi tinggi," kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto dikutip dari Antara, Kamis, 9 April 2026.

Kadarmanto menyampaikan data dari Sensus Ekonomi juga dapat menciptakan lingkungan bisnis yang lebih informatif dan efisien bagi para pengusaha. Sehingga, pelaku usaha dapat memahami peta persaingan dan potensi pasar berdasarkan data.

"(Data) bisa membantu pengusaha membuat keputusan bisnis yang lebih baik," ujar Kadarmanto.

Lebih lanjut, dia menyebutkan Sensus Ekonomi akan memberikan kontribusi dalam rangka mendukung Jakarta sebagai kota global yang ditargetkan berada di peringkat 20 teratas pada 2045. 

Dalam pemeringkatan indeks kota global, aktivitas bisnis menjadi salah satu dimensi, dengan bobot sekitar 30 persen. Dalam hal ini, Jakarta harus bisa menyajikan data arus modal, dinamika pasar, dan keberadaan perusahaan-perusahaan utama, apabila terletak di Jakarta atau tidak.

"Ini relevan sekali dengan sensus ekonomi, di mana kita akan memperhatikan lokasi-lokasi atau jumlah usaha yang ada di DKI Jakarta, terutama keberadaan dari pada perusahaan-perusahaan utama, totalnya dan sumbangsihnya, serta dinamika pasarnya," jelas Kadarmanto.

Ilustrasi DKI Jakarta. Foto: Medcom.id.

Lebih lanjut, dia menuturkan dalam rangka mendukung sensus ekonomi, maka dilaksanakan kegiatan Komunikasi Koordinasi dan Diplomasi (KKD) yang menggandeng para pelaku usaha industri.

"Sebagai strategi pendataan yang efektif dan efisien, yang target-targetnya adalah asosiasi pusat dan daerah, kemudian juga dengan kementerian/lembaga, dan organisasi perangkat daerah, kawasan ekonomi khusus, kawasan industri, gedung perkantoran, mal," ungkap Kadarmanto.

Dia merinci beberapa output dan contoh analisis yang dihasilkan dari pendataan lengkap sensus ekonomi, antara lain jumlah usaha, total pengeluaran dan pendapatan perusahaan pada 2025, jumlah tenaga kerja, total aset, pemetaan potensi usaha baru, serta pemetaan peluang perluasan usaha, dan lainnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)