Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian meninjau lokasi pembersihan lumpur pascabencana Sumatera. ANTARA/HO-Satgas PRR
Pembersihan 527 Titik Lumpur Bencana Sumatra Pulihkan Aktivitas Warga
Siti Yona Hukmana • 9 April 2026 18:10
Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra melaporkan aktivitas warga mulai pulih. Hal ini setelah dilakukan pembersihan lumpur yang terbawa longsor dan banjir di Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).
Berdasarkan data Satgas pada 6 April yang dilansir Antara, ada 527 lokasi terdampak bencana yang tertimbun lumpur telah rampung dibersihkan. Rinciannya, di Aceh 480 lokasi selesai dibersihkan dari 519 lokasi sasaran pembersihan. Di Sumut, 18 lokasi sudah dibersihkan dari 24 lokasi sasaran. Sementara di Sumbar, seluruh 29 lokasi sasaran telah selesai dibersihkan.
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra Muhammad Tito Karnavian menegaskan pembersihan lumpur tetap menjadi prioritas pemulihan pascabencana Sumatra. Proses pembersihan dilakukan dalam dua tahap.
"Tahap pertama berfokus pada pembukaan akses jalan nasional yang telah rampung 100 persen dan dapat kembali terbuka secara fungsional sejak 25 Januari 2026," demikian keterangan Satgas PRR dilansir Antara, Kamis, 9 April 2026.

Warga penyintas bencana Muktar Sulaiman membangun perahu dengan memanfaatkan kayu bekas banjir yang tersangkut di sekitar rumahnya di Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamian, Aceh, Selasa, 17 Maret 2026. ANTARA/Aloysius Lewokeda
Sementara pada tahap kedua, kegiatan akan menyasar pada pembersihan lumpur yang fokus pada tiga jenis lokasi, yaitu sekolah, kawasan perkantoran, serta fasilitas umum seperti puskesmas, masjid, dan lainnya. Satgas PRR secara khusus menerjunkan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu pembersihan lumpur di Kabupaten Aceh Tamiang.
Gelombang ketiga Praja IPDN diterjunkan pada Sabtu, 4 April 2026 sebanyak 731 personel, disertai 37 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri. Mereka berjibaku membersihkan lumpur di 42 lokasi, termasuk kawasan pemukiman, drainase, serta fasilitas umum dan fasilitas sosial.
"Target utamanya adalah menyelesaikan persoalan yang masih terkena lumpur ada yang sudah mengeras, termasuk situs sejarah (Istana Benua Raja), ini kemudian juga ada rumah masyarakat, drainase dan lain- lain," kata Tito saat memimpin apel pembukaan PKL gelombang ketiga Praja Pratama IPDN di Istana Benua Raja, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu, 4 April 2026.