Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat mengevakuasi warga yang terdampak banjir menggunakan kendaraan amfibi di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta, Sabtu (24/1/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Update Banjir Jakarta: 19 RT Masih Terendam, Ratusan Orang Mengungsi!
Achmad Zulfikar Fazli • 25 January 2026 07:33
Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 19 RT serta satu ruas jalan di Jakarta masih tergenang banjir pada Minggu pagi, 25 Januari 2026. Banjir terjadi disebabkan hujan deras yang melanda Ibu Kota sejak Kamis, 22 Januari 2026.
“Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis menyebabkan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 25 Januari 2026.
Dia memerinci terdapat tiga RT yang tergenang air dan banjir di wilayah Jakarta Barat. Yakni, satu RT di Kelurahan Kembangan Selatan dengan ketinggian air 35 sentimeter (cm) dan dua RT di Kembangan Utara dengan ketinggian 30-40 cm.
Di Jakarta Timur, terdapat 15 RT yang terendam banjir. Terdiri dari empat RT di Kelurahan Bidara Cina dengan ketinggian air 85-140 cm, empat RT di Kelurahan Kampung Melayu (110 cm), lima RT di Kelurahan Cawang (20 cm), dan dua RT di Kelurahan Cililitan (20 cm).
Baca Juga:
Permukiman Tergenang, Warga Jakarta Barat Mengungsi ke Masjid |
Sementara itu, satu RT di Jakarta Utara masih terendam banjir, yakni Kelurahan Kapuk Muara (40 cm). Lalu, Jalan Kembangan Raya, Kelurahan Kembangan Selatan, Jakarta Barat, masih tergenang dengan ketinggian air 35 cm.
Yohan menyampaikan ratusan orang masih mengungsi di sejumlah lokasi imbas banjir ini. Berikut data pengungsi:
Jakarta Barat
1. Kelurahan Rawa Buaya
- Masjid Baitul Rahman : 20 KK (97 jiwa)
- Masjid Hidayatussalam : 3 KK (9 jiwa)
- Musala Nurul Ikhsan RT 006/01: 10 KK (18 jiwa)
- Balai Warga RT 09/02, Kel. Rawa Buaya: 7 KK (25 jiwa)
- SDN 02 Rawa buaya: 11 KK (63 jiwa)
- SDN 03 Rawa buaya: 15 KK (38 jiwa)
- SDN 07 Rawa buaya: 65 KK (230 jiwa)
2. Kelurahan Kembangan Selatan
- Kantor JNE Kembangan Selatan : 21 KK (82 jiwa)
3. Kelurahan Kembangan Utara
- Gg. Nurul Muslimin RT 07 RW 01 : 27 Kk (114 jiwa)
- Sekretriat Jl. H.Bule RT.008 RW.01: 15 KK (40 jiwa)
- SDN 01 RT 01 RW 02: 4 KK (16 jiwa)
- Musala Al - Hidayah RT 06 RW 01: 24 KK (79 jiwa)
4. Kelurahan Duri Kosambi
- Masjid Majlis Al-Falah: 25 KK (100 jiwa)
Jakarta Timur
1. Kelurahan Cawang
- Musala Al Islah : 15 KK (60 jiwa)
- Saung Lapangan Tenis RW03: 13 KK (60 jiwa)
2. Kelurahan Bidara Cina
- Aula Keluarahan Bidara Cina 32 KK (107 jiwa)
- Gedung SKKT RW 11, 6 KK (15 jiwa)
- Masjid Al abror RW 11, 12 KK (40 jiwa)
3. Kelurahan Kampung Melayu
- SDN Kampung Melayu 01 Dan 02: 46 KK (250 jiwa)
- Masjid Jami Itihadul Ikhwan: 18 KK (70 jiwa)
Jakarta Utara
1. Kelurahan Kapuk Muara
- Gang Masjid Nurul Jannah RW.02 : 25 KK (97 jiwa)

Kondisi salah satu permukiman warga yang terendam banjir. Foto: Antara
Baca Juga:
7.608 Warga Kabupaten Bekasi Mengungsi Akibat Banjir |
Yohan mengatakan BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan, serta memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.
BPBD DKI juga bekerja sama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas.
“Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat. BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan,” kata Yohan.