PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Foto: Metrotvnews.com/Kautsar Widya Prabowo.
KAI Gandeng BRIN Kembangkan Teknologi Automatic Train Protection
Kautsar Widya Prabowo • 29 July 2026 19:54
Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan teknologi Automatic Train Protection (ATP). Kolaborasi ini bertujuan memperkuat riset, eksplorasi, dan adopsi teknologi di sektor perkeretaapian nasional.
Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI, I Gede Darmayusa, mengatakan pengembangan ATP memerlukan tahapan kajian, pengujian, dan evaluasi yang terukur. Hal itu penting agar teknologi yang diterapkan sesuai dengan karakteristik operasional perkeretaapian di Indonesia.
"Kolaborasi bersama BRIN memberi ruang bagi kami untuk menguji berbagai alternatif teknologi berbasis riset sehingga keputusan implementasinya memiliki landasan teknis, operasional, dan keselamatan yang kuat," ujar Darmayusa dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 Juli 2026.
Ia menjelaskan, KAI dan BRIN akan menggunakan pendekatan Proof of Product sebagai tahap validasi sebelum menentukan teknologi ATP yang akan diadopsi. Pendekatan tersebut digunakan untuk menguji fungsi, integrasi, dan kinerja teknologi dalam kondisi yang merepresentasikan operasional KAI.
"Proof of Product memungkinkan teknologi dinilai dalam situasi operasional yang relevan. KAI dapat memahami sejak awal fungsi, antarmuka, kebutuhan integrasi, potensi risiko, serta kemampuan pemeliharaannya sebelum teknologi tersebut diterapkan dalam skala yang lebih luas," kata Darmayusa.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup riset dan eksplorasi teknologi, kajian kesiapan integrasi ATP pada sarana perkeretaapian, penyusunan dokumen teknis, pembaruan kerja sama antara KAI dan BRIN. Kemudian, penyusunan rekomendasi implementasi bersama regulator, lembaga riset, konsultan, produsen sarana, dan penyedia teknologi.
Darmayusa menegaskan, keberhasilan kolaborasi tersebut akan diukur dari kemampuan riset dalam menghasilkan keputusan teknologi yang tepat serta dapat diintegrasikan dengan sistem perkeretaapian nasional.
"Bagi KAI, keberhasilan kolaborasi ini akan diukur dari kemampuan riset menghasilkan keputusan teknologi yang tepat dan dapat diintegrasikan dengan sistem perkeretaapian nasional," ujar Darmayusa.