Operasional Bandara Gewayantana Larantuka ditutup. (Metro TV/ Fransiskus Gerardus Molo)
Bandara Gewayantana Ditutup Imbas Abu Vulkanik Gunung Ili Lewotolok
Metro TV • 12 September 2026 11:45
Lembata: Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali erupsi pada Sabtu, 12 September 2026. Sebaran abu vulkanik membuat operasional Bandara Gewayantana Larantuka masih ditutup selama tiga hari.
"Ada rute penerbangan jalurnya yang terkendala di atas Pulau Lembata maka maskapai memutuskan cancel flight," kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas III Gewayantana Larantuka, Puguh Lukito, di Lembata.
Baca Juga :
Gunung Ili Lewotolok Erupsi Empat Kali Hari Ini
Akibat kondisi tersebut, sebanyak 75 penumpang harus menunggu kepastian jadwal penerbangan rute Larantuka-Kupang. Sebagian penumpang memilih mencari alternatif perjalanan melalui jalur darat menuju Bandara Frans Seda di Maumere dan Bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende.
"Hal tersebut juga mengambat proses mobilisasi penumpang Larantuka ke Kupang," ungkap Puguh.

Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali erupsi pada Sabtu, 12 September 2026. (Metro TV/ Fransiskus Gerardus Molo)
Berdasarkan pantauan Metro TV, erupsi terjadi dua kali pada pagi hari. Erupsi pertama terjadi pada pukul 08.40 WITA. Tinggi kolom abu teramati mencapai 600 meter di atas puncak kawah.
Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat. Erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi 1 menit 22 detik.
Erupsi kembali terjadi pada pukul 10.18 WITA. Kali ini, tinggi kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak kawah. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat.
Erupsi kedua juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 1 menit. Erupsi tersebut disertai dentuman dengan intensitas sedang. (Fransiskus Gerardus Molo)