Dua SMV Dipertimbangkan Kelola Utang Whoosh, Ini Kandidatnya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.

Dua SMV Dipertimbangkan Kelola Utang Whoosh, Ini Kandidatnya

Insan Suardi • 9 September 2026 15:41

Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempertimbangkan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Indonesia Investment Authority (INA) sebagai kandidat Special Mission Vehicle (SMV) yang akan mengelola utang kereta cepat Whoosh.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan BPI Danantara berencana melakukan serah terima pengelolaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh pada 15 September 2026.

Purbaya mengatakan pengelolaan utang Whoosh kemungkinan cukup dilakukan oleh satu SMV. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan beban cicilan utang yang telah direstrukturisasi dengan tenor hingga 80 tahun.

"Cicilan utang kereta cepat Whoosh diangsur sebesar Rp1 triliun atau sedikit di bawah Rp1 triliun per tahun," kata Purbaya, Rabu, 9 September 2026.


Ilustrasi pengguna Whoosh di musim liburan. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
 

 

Cicilan utang Whoosh


Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan total utang proyek Whoosh telah direstrukturisasi dengan tenor hingga 80 tahun. Cicilan tahunan berada di kisaran Rp1 triliun, meski nilainya dapat berbeda setiap tahun.

Menurut Purbaya, beban cicilan tersebut relatif lebih ringan sehingga pengelolaan utang dapat dilakukan oleh satu SMV di bawah Kemenkeu.

"Saya cuma lihat bebannya setiap tahun seperti apa. Kalau segini saja cukuplah ditangani oleh satu SMV di bawah Kementerian Keuangan," ujarnya.

Kemenkeu sebelumnya menyampaikan rencana melibatkan SMV atau badan layanan umum (BLU) di bawah kementerian tersebut untuk mengelola utang Whoosh setelah tanggung jawabnya dialihkan dari Danantara.

(Ade Hapsari Lestarini)