Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat (Jakbar). Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
TPS 3R Tanah Sereal Jakbar Butuh Tambahan Pekerja untuk Maksimalisasi Pengolahan Sampah
Metro TV • 10 September 2026 15:52
Jakarta: Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat (Jakbar), memaksimalkan target pengolahan maksimal 20 ton sampah per hari. Jumlah personel petugas di lapangan masih jadi kendala untuk mencapai target tersebut.
“Ya memungkinkan (kapasitas pengolahan 20 ton sampah) bisa (dicapai). Ini ya, kalau misalnya ini diberlakukan 24 jam, berarti kan 4 sif. Dalam 1 sif itu ada 14 orang, itu nanti bisa,” kata Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan Tambora, Harun Agustin, saat ditemui Metrotvnews.com, Kamis, 10 September 2026.
Harun menjelaskan fasilitas yang beroperasi sejak Juli 2026 ini baru menerapkan satu sif kerja yang ditangani tujuh petugas. Kondisi tersebut membuat TPS 3R Tanah Sereal saat ini baru sanggup mengolah rata-rata 5 ton sampah per hari, yang didominasi oleh jenis sampah anorganik.
Sampah anorganik yang masuk diproses menjadi produk cacahan untuk dikirim ke TPST Bantargebang sebagai Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif. Pada pengiriman terbaru, fasilitas ini menyetorkan 33 dustbin cacahan sampah dengan total bobot mencapai 3,3 ton.
“Ini tadi pagi 33 dustbin (cacahan sampah) dikirim,” ujar Harun.
Pengolahan sampah organik di TPS 3R Tanah Sereal juga masih terkendala keterbatasan lahan. Sebagai solusinya, pihak Satpel LH menyiapkan metode pembuatan kompos menggunakan tong komposter yang disebar di tingkat kelurahan.

Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS 3R) Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat (Jakbar). Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
“Untuk saat ini ya tadi tempatnya untuk Tambora masih minim ya untuk pengolahannya. Ya paling tingkat kelurahan kita masih sediakan tong komposter. Baru tiga kelurahan yang kita bisa distribusikan karena menunggu untuk pengadaan komposternya ini lagi tunggu,” jelas Harun.
Guna mendukung efisiensi pengolahan dari hulu, pihaknya terus mengedukasi warga agar membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah. Langkah ini melalui pendekatan dari tingkat kelurahan hingga door to door.
“Sosialisasi pemilahan ini dari tingkat kelurahan, terus turun ke RW. Ke RW disampaikan ke RT. Ini mau lagi minta dari pihak kelurahan door to door, pintu ke pintu,” tutur Harun.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)