Tim SAR Berhasil Evakuasi Jenazah Pendaki Brebes dari Kawah Gunung Slamet

Kondisi korban pendaki asal Sirampog, Brebes sast ditemukan sudah meninggal dunia di tebing kawah Gunung Slamet. (MI)

Tim SAR Berhasil Evakuasi Jenazah Pendaki Brebes dari Kawah Gunung Slamet

Akhmad Safuan • 19 August 2026 08:02

Banyumas: Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil mengevakuasi jenazah seorang pendaki remaja bernama M. Fahri Maulana, 16, asal Kabupaten Brebes, dari dalam kawah Gunung Slamet, Jawa Tengah, pada Selasa malam, 18 Agustus 2026.

Proses evakuasi bermula ketika tim tiba di puncak Gunung Slamet sekitar pukul 18.00 WIB. Melihat kondisi cuaca yang cukup cerah serta situasi lapangan yang dinilai memadai, tim SAR gabungan akhirnya memutuskan untuk langsung mengevakuasi korban pada malam hari itu juga, lebih awal dari rencana semula yang dijadwalkan pada Rabu, 19 Agustus 2026.

“Tim asesmen sudah tiba di puncak Gunung Slamet sekitar pukul 18.00 WIB. Karena situasi masih cukup terang dan memungkinkan untuk melakukan evakuasi, maka tim memutuskan langsung mengevakuasi,” kata Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, Rabu, 19 Agustus 2026.

Dengan menggunakan tali pengaman, sejumlah personel SAR turun menyusuri tebing kawah dengan penuh kehati-hatian, mengingat medan yang sangat curam, dipenuhi bebatuan terjal, serta potensi risiko longsor, hingga akhirnya berhasil menjangkau jenazah pendaki asal Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, tersebut.

Budiono menyebutkan bahwa proses pengangkatan jenazah dari dasar kawah yang berada di kedalaman sekitar 20 meter itu berjalan cukup lancar. Tim SAR gabungan hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam untuk menaikkan jenazah ke atas bibir kawah.


Tim SAR gabungan bersiap bergerak ke puncak Gunung Slamet setelah mendapat laporan adanya pendaki jatuh ke dalam kawah. MI

Setelah evakuasi dari kawah berhasil dilakukan, tim SAR gabungan mempersiapkan proses membawa turun jenazah korban. Berbeda dari jalur awal pendakian korban melalui Basecamp Sawangan, tim memutuskan untuk mengevakuasi jenazah turun menuju Basecamp Permadi Guci, Kabupaten Tegal. Jalur tersebut dipilih karena dinilai lebih aman dan mudah diakses, meski membutuhkan waktu tempuh perjalanan sekitar 7 hingga 8 jam.

Setelah menempuh perjalanan panjang melintasi jalur pendakian, jenazah korban akhirnya tiba di Basecamp Guci pada Rabu pagi, 19 Agustus 2026. Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan medis sebelum diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga duka.

(Lukman Diah Sari)