Tim relawan Solidarity for Humanity Jhonlin Group pengerukan di Muara Sungai Kuala Peunaga, Kabupaten Aceh Tamiang, guna mengatasi pendangkalan akibat sedimentasi pascabanjir yang menghambat aktivitas nelayan (Foto:Dok.MetroTV)
Pascabanjir Sumatra, Jhonlin Group Normalisasi Muara Sungai di Aceh Tamiang
Rosa Anggreati • 28 February 2026 21:21
Aceh Tamiang: Tim relawan Solidarity for Humanity Jhonlin Group kembali melakukan aksi nyata pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Kali ini, fokus utama diarahkan pada pengerukan atau dredging di Muara Sungai Kuala Peunaga guna mengatasi pendangkalan parah akibat sedimentasi pascabanjir yang menghambat aktivitas nelayan.
Langkah normalisasi muara ini menjadi bagian penting dari upaya percepatan pemulihan ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini terdampak serius akibat akses laut yang tertutup material sedimen.
Perwakilan Jhonlin Group, Vendy Umar, mengatakan program ini merupakan bentuk komitmen kemanusiaan dan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat terdampak bencana.
“Kita dalam rangka Solidarity for Humanity. Kita ke sini itu karena kita harus mengeruk atau dredging sedimen yang memang menumpuk pascabanjir Sumatra kemarin. Jadi, kita berharap dengan normalisasi alur ini dengan kedalaman 6 meter, lebar 70 meter, dan panjang sekitar 5 kilometer, masyarakat di pesisir sungai bisa keluar masuk untuk mencari ikan tanpa harus menunggu pasang surut,” ujar Vendy.
Pendangkalan muara akibat banjir besar sebelumnya menyebabkan kapal nelayan kesulitan keluar masuk laut, sehingga berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat pesisir. Banyak nelayan terpaksa menunda melaut atau menunggu kondisi pasang, yang meningkatkan risiko kerusakan hasil tangkapan dan menurunkan produktivitas.
Program dredging ini ditargetkan mengembalikan fungsi strategis muara sebagai jalur transportasi utama nelayan sekaligus memperbaiki ekosistem perairan yang terganggu akibat sedimentasi berlebih.
Baca Juga :
Tim Relawan Solidarity for Humanity Jhonlin Group Buka Akses Desa Sekumur yang Terisolasi Pascabencana Aceh
Selain pemulihan ekonomi, normalisasi muara juga menjadi langkah mitigasi bencana jangka panjang. Dengan kedalaman yang memadai, aliran air dapat kembali stabil sehingga mengurangi potensi pendangkalan berulang dan meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak banjir di masa depan.
Program Solidarity for Humanity merupakan inisiatif kemanusiaan Jhonlin Group yang berfokus pada pemulihan wilayah terdampak bencana, termasuk perbaikan infrastruktur vital, pemulihan lingkungan, dan dukungan terhadap keberlangsungan ekonomi masyarakat lokal.
Dengan dimulainya proyek pengerukan ini, masyarakat Aceh Tamiang diharapkan dapat segera kembali beraktivitas secara normal. Upaya ini sekaligus menegaskan peran sektor swasta dalam mendukung pemulihan pascabencana dan mempercepat kebangkitan ekonomi daerah terdampak.