UMKM Dinilai Naik Kelas Lewat Penguasaan AI dan Strategi Marketplace

Ilustrasi. Foto: Unsplash.com.

UMKM Dinilai Naik Kelas Lewat Penguasaan AI dan Strategi Marketplace

Fachri Audhia Hafiez • 1 May 2026 21:33

Jakarta: Wajah pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) saat ini dinilai harus menyentuh kemampuan adaptasi digital agar naik kelas. Sejumlah pelaku usaha mikro berhasil mendapatkan ratusan pesanan usai mengikuti pelatihan kewirausahaan berbasis teknologi.

"Yang kita kejar adalah dampak sosial dan pertumbuhan bersama. Dari usaha kecil yang naik kelas, akan lahir peluang kerja baru,” ujar Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, dalam keterangan tertulis, dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 1 Mei 2026.
 


Sandiaga menjelaskan bahwa pendekatan pelatihan saat ini tidak boleh lagi berhenti hanya pada keterampilan produksi. Para peserta kini dibekali pengetahuan menyeluruh, mulai dari manajemen usaha, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Menurut Sandiaga, penguasaan terhadap alat digital seperti ChatGPT untuk pembuatan konten promosi terbukti efektif meningkatkan daya tarik produk di pasar. Ia berharap dengan strategi diversifikasi produk dan penguasaan marketplace, para pelaku UMKM dapat menjaga keberlanjutan usaha mereka di tengah persaingan yang ketat.

"Dengan strategi diversifikasi produk dan penguasaan marketplace, UMKM diharapkan mandiri, tetapi juga tumbuh dan berdampak bagi masyarakat," kata Sandiaga.


Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Foto: Dok. Istimewa.

Selain aspek pemasaran, Sandiaga menekankan bahwa pendampingan juga mencakup pengurusan legalitas yang krusial bagi pengembangan usaha. Hal ini meliputi kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga pengurusan sertifikasi halal agar produk lokal memiliki daya saing yang lebih kuat.

Keberhasilan peserta seperti Siti Rahmadani yang meraih 700 pesanan sesaat setelah pelatihan, serta Laily yang sukses memulai usaha bolu ketan hitam, menjadi bukti nyata bahwa integrasi antara keterampilan tangan dan teknologi digital, mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi di tingkat rumah tangga.

"Hari ini jadi tahu cara buatnya. Bahkan diajarkan juga pakai AI untuk pemasaran. Setelah pelatihan, saya kirim ke grup WhatsApp, langsung ada yang pesan," ujar Laily.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)