Cerita Keluarga Korban Kecelakaan KA Bekasi, Mengira Ditelpon Penipu

Yunis, ibu korban kecelakaan Laily. Foto: Metro TV/Aris Setya

Cerita Keluarga Korban Kecelakaan KA Bekasi, Mengira Ditelpon Penipu

Aris Setya • 28 April 2026 14:33

Bekasi: Yunis tak menyangka, panggilan telepon pada Senin, 27 April 2026, malam, membuatnya panik. Seseorang menyampaikan pesan bahwa telah terjadi kecelakaan kereta api (KA) di Bekasi Timur. Anaknya, Laily, 27, disebut menjadi korban.

Panggilan yang diterima sekitar pukul 21.30 WIB itu, bukan berasal dari anaknya, tapi nomor yang tak dikenal. Sekilas, Yunis sempat mengira kabar tersebut hanyalah penipuan.

"Saya awalnya tidak percaya dong ada telepon masuk bilang halo ini anaknya nih kecelakaan," cerita Yunis saat ditemui di RSUD Bekasi, Selasa, 28 April 2026.

Menurut Yunis, Laily bekerja di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Untuk beraktivitas sehari-hari, anaknya itu terbiasa menggunakan kereta sebagai moda transportasi. Saat kejadian, ia tengah dalam perjalanan pulang menuju Cibitung.

Tak lama berselang, panggilan kembali masuk ke telepon Yunis. Kali ini, suara di seberang terdengar seperti anaknya yang meminta pertolongan.

"Mama, aku mama, tolongin," ungkap Yunis mendengar suara anaknya ditelepon.
 


Untuk memastikan, ia bahkan meminta dilakukan panggilan video. Namun permintaan itu tidak dipenuhi dan hanya dikirimkan foto kondisi korban.

"Foto saya lihat, 'Iya anak saya nih.' Saya langsung panik," tutur Yunis.

Di waktu yang hampir bersamaan, Yunis juga menerima kabar dari rekan kerjanya tentang adanya kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

Dari situlah kegelisahannya mulai muncul. Yunis kemudian menghubungi anggota keluarga lainnya untuk memastikan kondisi Laily.

Tak berselang lama, Yunis akhirnya mendapatkan kepastian, putrinya telah dievakuasi petugas dan dibawa ke RSUD Bekasi.

"Petugas bilang, 'ibu, anaknya sekarang saya bawa ke RSUD Bekasi ya.' Untung anak saya itu ingat nomor telepon saya karena HP-nya hilang," ungkap dia.

Yunis mengatakan anaknya mengalami luka di bagian punggung dan kaki, serta benturan di kepala.

"Luka di belakang di punggung, di kaki itu aja. Kepalanya benjol," kata dia.


Yunis, ibu korban kecelakaan Laily. Foto: Metro TV/Aris Setya

Menurut Yunis, korban juga sempat mengalami muntah dan mengeluh pusing, namun tetap dalam kondisi sadar.

Dari cerita korban, peristiwa terjadi sangat cepat. Laily disebut tidak menyadari situasi karena sedang menggunakan ponsel saat kejadian berlangsung.

"Anak muda kan main handphone ya dia enggak engeh. Tiba-tiba itu, langsung kereta masuk, dia kaget," kata dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)