Sejumlah petugas mengevakuasi korban kecelakaan KRL jurusan Cikarang yang bertabrakan dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam. ANTARA/Siti Nurhaliza/aa
Tangis Korban dari Gerbong Ringsek, Telepon Keluarga Saat Terjepit
Lukman Diah Sari • 28 April 2026 12:14
Bekasi: Salah satu kerabat korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Evi, mengungkap saat-saat keponakanya, Endang, berhasil dihubungi. Kala itu, tangis Endang pecah saat berhasil menghubungi keluarganya dan meminta pertolongan.
Dalam kondisi terjepit, Endang sempat memberi kabar singkat perihal posisinya. Namun, tak berlangsung lama, Endang tak bisa dihubungi.
"Saya telepon, sempat tersambung sebentar. Dia nangis, bilang posisinya kejepit, tangan kirinya terjepit. Habis itu sudah tidak bisa dihubungi lagi," ujar Evi dalam Breaking News Metro TV, Selasa, 28 April 2026.
Mendapat kabar itu, keluarga langsung bergegas menuju lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur. Mereka berusaha mencari kepastian kondisi Endang di tengah proses evakuasi.
"Keluarga menunggu di lokasi, minta akses untuk masuk. Ternyata Endang masih di dalam gerbong, dan dia dievakuasi terakhir karena posisinya tertimpa tumpukan orang dan gerbong," tutur Evi.
(1).jpg)
Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Istimewa)
Setelah berhasil dievakuasi, Endang diketahui mengalami sejumlah luka. Ia menderita memar di beberapa bagian tubuh, termasuk kaki yang bengkak diduga akibat tertimpa, serta di tangan, dan sekitar mata.
"Dia kerja buat anak sekolah di kampung. Tinggalnya juga dekat saya di Cibitung," ucapnya.
Kecelakaan terjadi saat kereta rel listrik (KRL) PLB 5568A relasi Cikarang–Kampung Bandan ditabrak kereta jarak jauh Argo Bromo relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, KM 28+920, pada Senin malam, 27 April 2026 pukul 20.52 WIB. Berdasarkan data terbaru hingga Selasa pagi, insiden tersebut mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.