Proses penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Blok Ranu Kembang, Gunung Semeru/Balai Besar TNBTS
Update Karhutla Semeru: Api di Ranu Kumbolo dan Tanjakan Cinta Terkendali
Daviq Umar Al Faruq • 29 August 2026 18:59
Malang: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Ranu Kumbolo telah menunjukkan perkembangan positif. Kondisi di salah satu titik vital jalur pendakian Gunung Semeru tersebut kini sudah relatif terkendali.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menyampaikan pantauan visual di lokasi menunjukkan tidak ada lagi kepulan asap tebal maupun kobaran api aktif. Meski demikian, sisa kabut tipis masih membubung di sekitar area yang sebelumnya terbakar.
"Hari ini, Sabtu 29 Agustus, kita melihat bahwa di lokasi Ranu Kumbolo situasi telah mulai terkendali. Kita lihat di belakang, meskipun memang masih terlihat kabut tipis atau asap tipis, tetapi tidak lagi terlihat adanya api ataupun kepulan asap," kata Rudijanta, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, saat meninjau Ranu Kumbolo di kawasan Gunung Semeru. (metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq)
Guna mencegah amukan si jago merah merembet ke zona vegetasi yang masih asri, petugas gabungan langsung membangun benteng pertahanan buatan. Pembuatan sekat bakar di sepanjang lintasan pendakian dinilai efektif memutus rantai sebaran api.
"Di sepanjang jalur pendakian telah dibuat sekat bakar sehingga api tidak lagi merambat ke arah lokasi-lokasi yang belum terbakar," terang Rudijanta.
Penanganan intensif juga berhasil melokalisasi kobaran api yang sempat mengancam kawasan ikonik Tanjakan Cinta. Otoritas taman nasional memastikan area vegetasi penting di sekitarnya berhasil diselamatkan dari ancaman kebakaran yang lebih parah.
"Dan di hadapan saya di arah Tanjakan Cinta juga sudah berhasil dikendalikan. Api bisa dilokalisir hingga pohon untuk berfoto yang ada di sana," ujarnya.
"Dan mudah-mudahan kita akan kendalikan terus situasi ini hingga pulihnya vegetasi-vegetasi yang ada dan siap untuk dikunjungi kembali," pungkas Rudijanta.
Hingga saat ini, tim gabungan tetap disiagakan di area Ranu Kumbolo untuk mengantisipasi potensi munculnya bara api susulan. Langkah evaluasi keamanan jalur pendakian akan terus dilakukan secara berkala oleh Balai Besar TNBTS.