Warga beristirahat di tenda posko pengungsian korban gempa bumi NTT di Lapangan Barangkolong, Reo, NTT, Senin (17/8/2026). Sebanyak 1.364 orang warga yang terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di NTT tercatat mengungsi di posko tersebut. ANTARA FOTO/Fikri
Pengungsi Gempa NTT Berkurang 6.094 Jiwa
Lukman Diah Sari • 26 August 2026 17:46
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai berkurang 6.094 jiwa. Dengan demikian, total warga yang masih menetap di posko pengungsian saat ini mencapai 179.037 orang.
"Tercatat berkurang 6.094 jiwa. Jadi, ada yang pulang dan ada yang datang (baru mengungsi). Mereka pulang ke rumah atas kesadaran sendiri tanpa ada paksaan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026, melansir Antara.
Bagi warga yang memutuskan pulang ke rumah, BNPB memastikan mereka tetap dibekali dengan bantuan logistik dan bahan makanan yang memadai layaknya saat berada di posko pengungsian.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S. Panjaitan. (tangkapan layar)
Saat ini, pemerintah tengah merampungkan pendataan rumah warga yang rusak akibat gempa. Data tersebut akan menjadi acuan kepala daerah untuk menyalurkan dana stimulan perbaikan rumah dengan rincian:
-
Rusak Ringan: Bantuan perbaikan sebesar Rp15 juta.
-
Rusak Sedang: Bantuan perbaikan sebesar Rp30 juta.
-
Rusak Berat: Penggantian atau pembangunan ulang rumah, baik di lokasi asal maupun relokasi (menunggu keputusan pemerintah daerah).
Logistik dan Gempa Susulan
Terkait aktivitas kegempaan, Berton mencatat telah terjadi 7.492 kali gempa susulan sejak gempa utama, dengan magnitudo berkisar antara M 1,0 hingga M 6,2. Sebanyak 143 rentetan gempa di antaranya dirasakan langsung oleh warga."Gempa susulan diprakirakan berlangsung hingga 3-4 minggu. Semoga semakin mengecil agar warga lebih tenang dan tidak panik," tambahnya.
BNPB terus mengebut operasi distribusi bantuan. Secara akumulatif, posko logistik nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, telah mengirimkan total 1.682 ton bantuan logistik ke NTT dengan rincian penyaluran ke Labuan Bajo 1.112 ton dan Maumere 570 ton.