Korban Tewas Banjir Nepal-Tiongkok Tembus 919 Orang, Hampir 4.800 Masih Hilang

Banjir bandang dan longsor di perbatasan Nepal-Tiongkok menewaskan sedikitnya 919 orang. (Anadolu Agency)

Korban Tewas Banjir Nepal-Tiongkok Tembus 919 Orang, Hampir 4.800 Masih Hilang

Muhammad Reyhansyah • 31 August 2026 15:35

Kathmandu: Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan longsor dahsyat di sepanjang perbatasan Nepal-Tiongkok telah mencapai sedikitnya 919 orang, dengan 4.793 lainnya masih hilang hingga Senin, 31 Agustus 2026.

Otoritas Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nasional Nepal mencatat 903 orang tewas di wilayah Nepal, sementara 4.247 orang masih dinyatakan hilang, termasuk 592 warga asing.

Melansir Anadolu, operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan di berbagai wilayah terdampak, termasuk untuk menjangkau ratusan pekerja yang terjebak di sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga air.

Di antara korban hilang di Nepal terdapat personel kepolisian, militer, petugas bea cukai dan imigrasi, serta 933 pekerja dari berbagai pembangkit listrik tenaga air. Sebanyak 127 pelancong Nepal juga masih belum ditemukan.

Sementara itu, otoritas Tiongkok melaporkan 16 orang tewas dan 546 lainnya hilang di Kabupaten Gyirong, Daerah Otonomi Xizang, Tiongkok barat daya. Sebanyak 261 dari mereka yang hilang merupakan warga asing.

Dengan demikian, total korban di kedua sisi perbatasan mencapai 919 orang tewas dan 4.793 orang hilang, termasuk 853 warga asing.

Tiongkok mengerahkan lebih dari 2.100 personel untuk operasi pencarian dan penyelamatan, didukung ratusan kendaraan dan ribuan peralatan penyelamatan.

Bencana terjadi pada 26 Agustus setelah gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, retak pada ketinggian sekitar 5.200 meter. Longsoran es dan batu kemudian berkembang menjadi aliran material besar yang menerjang lembah-lembah di sepanjang perbatasan.

Banjir dan longsor tersebut menghancurkan sejumlah wilayah di Nepal, termasuk Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Kavre dan Lembah Kathmandu, serta menimbun kawasan perbatasan Gyirong di sisi Tiongkok.

Baca juga:  Sekitar 100 Jenazah Korban Banjir Nepal Dimakamkan Massal, Sejumlah Warga Protes

(Willy Haryono)