PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG menghadirkan Bata Interlock Presisi (BIP) dalam Danantara Housing Expo 2026. Foto: dok Semen Indonesia.
Rumah Bisa Dibangun 21 Hari? Ini Inovasi Bata Interlock SIG Tahan Gempa
Ade Hapsari Lestarini • 29 August 2026 23:38
Tangerang: Danantara Housing Expo 2026 tidak hanya menghadirkan berbagai pilihan rumah dan pembiayaan, tetapi juga memperkenalkan inovasi material konstruksi yang diklaim dapat mempercepat pembangunan hunian sekaligus mendukung ketahanan terhadap bencana.
Salah satu inovasi tersebut adalah Bata Interlock Presisi (BIP) yang diperkenalkan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Material konstruksi ini dikembangkan dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hampir 100 persen dan dirancang untuk mendukung pembangunan rumah secara lebih cepat, efisien, dan presisi.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan kolaborasi dalam Danantara Housing Expo diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perumahan.
"Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor perumahan yang memiliki dampak ekonomi luas bagi berbagai industri terkait," ujar Rosan, dikutip Sabtu, 29 Agustus 2026.
Di area pameran, SIG menampilkan model rumah tapak yang dibangun menggunakan BIP. Setiap bata memiliki sistem pengunci (interlocking) pada bagian samping dan atas, sehingga antarbata dapat saling mengunci dengan presisi.
Direktur Sales dan Marketing SIG Dicky Saelan mengatakan sistem tersebut membuat proses pemasangan lebih sederhana dibandingkan metode konvensional.
"Bata Interlock Presisi kami kembangkan untuk menjawab kebutuhan konstruksi yang cepat, efisien, sekaligus memiliki ketahanan struktur yang baik. Dengan sistem interlocking, proses pembangunan rumah menjadi lebih sederhana dan presisi karena bata tinggal disusun dan dikunci sesuai desain," kata Dicky di sela Danantara Housing Expo di NICE, PIK 2.

Bata interlock milik SIG. Foto: dok SIG.
Rumah selesai dalam waktu hingga 30 hari
Menurut SIG, penggunaan BIP memungkinkan pembangunan rumah tipe 36 selesai dalam waktu sekitar 21–30 hari atau sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Perusahaan juga memperkirakan efisiensi waktu tersebut dapat menekan biaya tenaga kerja sehingga biaya pembangunan rumah tipe 36 berpotensi berkurang hingga sekitar 30 persen.
BIP memiliki dimensi 25 sentimeter x 12,5 sentimeter x 10 sentimeter dengan toleransi ukuran hingga satu milimeter. Presisi tersebut diklaim memudahkan penyusunan bata dan menghasilkan dinding yang lebih rapi, baik untuk dinding ekspos maupun yang menggunakan lapisan akhir (finishing).
"Presisi menjadi bagian penting dari teknologi ini. Ketika ukuran dan sudut setiap bata terjaga, proses pemasangan menjadi lebih cepat dan hasil dinding lebih rapi. Jadi, efisiensi tidak hanya terjadi pada waktu pembangunan, tetapi juga pada kualitas hasil akhirnya," ujar Dicky.
SIG menyebut sistem interlocking pada BIP dirancang untuk memperkuat ikatan antarbata. Pada bagian tertentu, material ini juga dapat difungsikan sebagai ring balok dan kolom praktis dengan penggunaan tulangan dan mortar pada jarak 80–120 sentimeter. BIP diklaim memiliki kuat tekan minimal 70 kilogram per sentimeter persegi.
Perusahaan juga menyatakan BIP telah melalui Uji Siklik Dinding Bata Interlock dan Modular 2D dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman (Puskim) sesuai SNI 1726:2012 untuk Rumah PIB, memperoleh Sertifikat Kliring Teknologi Rumah Bata Interlock dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, serta mendapat persetujuan Kementerian PUPR dan BNPB untuk penerapan rumah tahan gempa.
"Dalam konteks daerah rawan gempa maupun pemulihan pascabencana, kecepatan membangun rumah menjadi sangat penting. Teknologi seperti BIP dapat menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat penyediaan hunian dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan ketahanan bangunan," tutur Dicky.