Drone Shahed Iran vs Rudal Tomahawk AS, Berikut Perbandingannya

Ilustrasi. Pexels

Drone Shahed Iran vs Rudal Tomahawk AS, Berikut Perbandingannya

Muhamad Marup • 5 March 2026 15:16

Jakarta: Konflik timur tengah antara Amerika Serikat-Israel dan Iran masih memanas. Dalam konflik tersebut kedua pihak menggunakan kekuatan militernya masing-masing.

AS menggunakan rudal Tomahawk untuk menyerang wilayah Iran. Di sisi lain, Iran menggunakan Drone Shahed untuk menggempur pangkalan-pangkalan AS.

Metrotvnews telah merangkum kekuatan militer Amerika Serikat dan Iran. Berikut rangkumannya.


Ilustrasi. Pexels

Drone Shahed

Melansir artikel A Short History of the Iranian Drone Program, Drone Shahed merupakan andalan utama armada Garda Revolusi Iran (IRGC), terutama Shahed-129.
  • Iran mengklaim Shahed-129 memiliki jangkauan 1.250 mil di mana drone tersebut dapat melakukan pengintaian atau melakukan serangan dengan bom atau hingga delapan rudal Sadid-1.
  • Drone ini memiliki daya tahan terbang selama 24 jam, jangkauan tempur 1.050 mil, dan ketinggian terbang maksimum 24.000 kaki.
  • Jenis Shahed-133 dapat membawa dua bom dan lepas landas secara vertikal dari kendaraan taktis.
  • Shahed-191 yang lebih baru mampu terbang hampir 200 mil per jam dengan durasi terbang lebih dari empat jam, jangkauan 280 mil, ketinggian terbang maksimum 40.000 kaki, dan kapasitas muatan 110 pon.

Ilustrasi. Pexels

Rudal Tomahawk

Melansir buku Autonomous Weapon and The Future of War, Saat diluncurkan pada 1990, Tomahawk jenis Tomahawk Anti-Ship Missile (TASM) merupakan keistimewaan sebagai senjata otonom operasional pertama. Sebuah signifikansi yang tidak diakui pada saat itu.
  • Setelah diluncurkan dari kapal atau kapal selam, TASM akan terbang menuju area target. Setelah berada di atas area target, ia akan melakukan pola pencarian untuk mencari target dan, jika menemukannya, akan menyerang target tersebut sendirian.
  • TASM menggunakan pemetaan adegan digital untuk mengikuti rute yang telah diprogram sebelumnya ke targetnya.
  • TASM memiliki jangkauan yang luas. Penargetan awal harus berasal dari sensor lain, seperti helikopter atau pesawat patroli maritim yang mendeteksi kapal musuh.
  • Jika target telah bergerak, Tomahawk terutama jenis TASM dapat dengan mudah melakukan pola pencarian untuk menemukannya.
  • Kekurangan TASM yaitu tidak memiliki kemampuan untuk secara akurat membedakan antara kapal musuh dan kapal dagang yang kebetulan berada di jalurnya. Seiring dengan meluasnya area pencarian, risiko meningkat bahwa TASM mungkin akan bertemu dengan kapal dagang dan malah mengenainya.
  • Faktor lain adalah jika TASM diluncurkan dan tidak ada target yang valid dalam area pencarian senjata, senjata itu akan sia-sia. Hal ini membuat TASM jarang digunakan mengingat harganya yang mahal.

Membandingkan kedua kekuatan tersebut, Iran memiliki keunggulan dari segi kebaruan. Sedangkan daya jangkau dan rusak Tomahawk milik AS unggul di atas Drone Shahed Iran.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)