Mantan Presiden Rusia periode 2008–2012, Dmitry Medvedev. (Anadolu Agency)
Medvedev: Perang Dunia III Bisa Benar-Benar Pecah Jika AS Paksakan Pergantian Rezim
Willy Haryono • 3 March 2026 15:17
Moskow: Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, memperingatkan bahwa Perang Dunia III akan benar-benar pecah jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus melanjutkan kebijakan pergantian rezim di sejumlah negara.
Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara Medvedev dengan kantor berita negara Rusia, TASS, yang dikutip Anadolu Agency, Selasa, 3 Maret 2026.
Medvedev menilai kebijakan pergantian rezim ala Washington merupakan upaya mempertahankan dominasi global bersama sekutunya.
Ia juga menyebut kerentanan pejabat AS dan Israel meningkat setelah Iran mendeklarasikan perang suci melawan penindas. Menurutnya, Iran belum merespons secara maksimal karena keterbatasan peluang, namun negara itu dinilai mampu menunggu momentum.
Mantan Presiden Rusia periode 2008–2012 itu mengatakan keputusan Trump merupakan kesalahan besar yang menempatkan warga AS dalam ancaman potensial.
Ia menambahkan, Iran akan semakin bersemangat mengejar pengembangan senjata nuklir setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei, yang disebutnya sebagai figur spiritual bagi ratusan juta penganut Syiah.
Terkait kemampuan Iran menghadapi konfrontasi, Medvedev menilai negara itu akan mampu bertahan meski dengan biaya besar.
Sementara itu, Medvedev juga mengkritik negara-negara Eropa yang dinilainya tunduk pada kebijakan AS dan Israel. Ia menyebut respons Eropa sebagai bentuk kepatuhan yang tidak bermartabat.
Dalam isu lain, Medvedev menyoroti potensi taktik penundaan dalam perundingan Rusia dan Ukraina. Ia menegaskan Amerika Serikat memahami risiko konflik nuklir dalam konflik tersebut, seraya memperingatkan bahwa jika itu terjadi, dampaknya akan jauh lebih dahsyat dibanding peristiwa Hiroshima dan Nagasaki di era Perang Dunia II. (Keysa Qanita)
Baca juga: Trump Sebut Gelombang Serangan Besar AS Belum Dimulai di Iran