Trump Sebut Gelombang Serangan Besar AS Belum Dimulai di Iran

Foto resmi Gedung Putih Presiden Donald Trump. (Trump-Vance Transition Team/EPA-EFE)

Trump Sebut Gelombang Serangan Besar AS Belum Dimulai di Iran

Riza Aslam Khaeron • 3 March 2026 11:28

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa militer AS sedang "menghancurkan" Iran.

Namun Donald Trump menyebutkan gelombang serangan besar sesungguhnya masih belum dilancarkan. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam wawancara telepon selama sembilan menit dengan CNN, Senin, 2 Maret 2026, pagi waktu setempat.

"Kita sedang menghajar mereka habis-habisan," kata Trump kepada Jake Tapper dari CNN

"Saya pikir ini berjalan sangat baik. Sangat kuat. Kita memiliki militer terhebat di dunia dan kita sedang menggunakannya,” tambahnya.

Trump memperingatkan bahwa serangan yang telah berlangsung selama beberapa hari ini hanyalah permulaan. 

"Kita bahkan belum mulai memukul mereka dengan keras. Gelombang besarnya bahkan belum terjadi. Serangan besar itu akan segera datang," ujar Presiden ke-47 AS tersebut.

Mengenai durasi perang, Trump memperkirakan operasi ini akan memakan waktu setidaknya empat minggu. Ia menegaskan tidak ingin konflik berlangsung terlalu lama dan merasa saat ini militer AS berjalan sedikit lebih cepat dari jadwal. 

Ketika ditanya apakah AS melakukan upaya lebih selain serangan militer untuk membantu rakyat Iran mengambil kembali kendali negara dari rezim, Trump mengonfirmasi hal tersebut. 

"Ya, kami memang melakukannya. Namun saat ini kami ingin semua orang tetap berada di dalam rumah demi keamanan mereka karena situasi di luar sana sangat berbahaya," ucapnya.

Dalam wawancara tersebut, Trump mengungkapkan "kejutan terbesar" dalam konflik ini adalah serangan balasan Iran terhadap negara-negara Arab di kawasan, termasuk Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

"Kami memberi tahu mereka (negara-negara Arab), 'Kami bisa menangani ini,' dan sekarang mereka ingin ikut bertempur. Dan mereka bertempur dengan agresif. Awalnya mereka hanya akan terlibat sedikit, namun sekarang mereka bersikeras untuk terlibat," sebut Trump.

Trump merujuk pada serangan Iran terhadap sasaran sipil di negara-negara Teluk.

"Mereka menembak ke arah hotel, mereka menembak ke arah gedung apartemen. Hal itu membuat mereka marah. Mereka mencintai kita, tetapi mereka tadinya hanya menonton. Tidak ada alasan bagi mereka untuk terlibat (awalnya)," ujar Trump.
 

Baca Juga:
Trump Sebut Tidak Akan Ragu Kirim Pasukan Darat ke Iran

Mengenai kepemimpinan Iran pasca serangan yang menewaskan puluhan petinggi Teheran, Trump mengaku tidak mengetahui siapa yang kini memimpin negara tersebut.

"Kami tidak tahu siapa kepemimpinannya sekarang. Kami tidak tahu siapa yang akan mereka pilih. Mungkin mereka akan beruntung dan mendapatkan seseorang yang tahu apa yang mereka lakukan," katanya.

Trump mengklaim bahwa serangan awal berhasil menewaskan 49 pemimpin Iran.

"Empat puluh sembilan orang. Itu adalah serangan yang luar biasa. Mereka menjadi sedikit sombong dengan bertemu di satu tempat yang sama. Mereka pikir mereka tidak terdeteksi. Mereka tidak tidak terdeteksi. Kami terkejut karenanya," jelasnya.

Serangan gabungan Israel-AS pada 28 Februari 2026 telah berhasil menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Melansir the Guardian, pejabat militer di Israel menyatakan bahwa Khamenei tewas bersama tujuh anggota pimpinan keamanan tertinggi Iran yang sedang berkumpul di beberapa lokasi di Teheran, serta sekitar selusin anggota keluarga dan lingkaran terdekatnya dalam serangan yang terjadi hampir bersamaan dalam waktu 60 detik.

Perang yang bermula dari serangan di Iran tersebut kini telah meluas ke Lebanon dan negara-negara Teluk Arab. Layanan darurat Bulan Sabit Merah Iran melaporkan pada hari Senin bahwa lebih dari 550 orang telah tewas di Iran sejak awal peperangan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan sedikitnya 31 orang tewas akibat serangan udara Israel. Otoritas setempat juga melaporkan sedikitnya 10 orang tewas di Israel dan enam orang, termasuk warga sipil, tewas di wilayah Teluk sejak hari Sabtu.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)