Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez
Kemenkes Waspadai Ancaman Penyakit Menular di Pengungsian: Campak Jadi Perhatian Utama
M. Iqbal Al Machmudi • 8 January 2026 19:30
Jakarta: Kementerian Kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyakit menular di lokasi pengungsian yang masih menampung ratusan ribu warga terdampak bencana, khususnya penyakit campak. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan pemantauan penyakit dilakukan setiap hari melalui sistem pelaporan yang terintegrasi.
Data tersebut menjadi dasar penyesuaian distribusi obat, tenaga medis, dan tenaga kesehatan. Dari hasil pemantauan, penyakit yang paling banyak ditemukan di pengungsian, meliputi infeksi saluran pernapasan akut, penyakit kulit, dan diare.
"Obat-obatan kita sesuaikan dengan jenis penyakitnya," kata Budi dalam keterangannya, Kamis, 8 Januari 2026.
Selain penyakit umum, Kemenkes memberikan perhatian khusus terhadap penyakit menular dengan tingkat penularan tinggi.
“Penyakit menular yang kita amati dengan sangat dekat itu yang kita paling takut campak,” ucap Budi.
.jpg)
Suasana pusat Kota Kuala Simpang yang luluh lantak akibat banjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu, 6 Desember 2025. ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/app/YU
Baca Juga:
Ancaman TBC dan Campak Intai Pengungsi Banjir Aceh |
Dia menjelaskan campak memiliki tingkat penularan yang sangat cepat. Sehingga, berisiko menimbulkan wabah di lingkungan pengungsian yang padat.
Kemenkes telah mengidentifikasi kasus campak di lima kabupaten terdampak. Deteksi dini dilakukan untuk mencegah penyebaran yang lebih luas, terutama pada anak-anak.
Sebagai langkah pencegahan, pemerintah segera menjalankan program imunisasi khusus di wilayah yang terdeteksi.
“Kita sudah lakukan imunisasi program khusus, jalan sejak minggu ini,” ujar Budi.
Imunisasi difokuskan pada anak-anak di wilayah pengungsian serta daerah dengan risiko penularan tinggi. Upaya pencegahan penyakit menular ini menjadi bagian penting dari penanganan bencana untuk menjaga kondisi kesehatan masyarakat tetap terkendali selama masa pemulihan.