Pertemuan 2+2 antara Indonesia dan Turki di Ankara, Jumat, 9 Januari 2026. (Kemenlu RI)
Indonesia-Turki Bahas Pertahanan, Energi, hingga Palestina dalam Pertemuan 2+2
Willy Haryono • 10 January 2026 16:36
Ankara: Menteri Luar Negeri Sugiono bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memimpin pertemuan perdana Menteri Luar Negeri–Menteri Pertahanan (2+2) Indonesia–Turki dengan Menteri Luar Negeri Türkiye Hakan Fidan dan Menteri Pertahanan Turki Ya?ar Guler di Ankara pada Jumat, 9 Januari 2026.
Pertemuan 2+2 ini merupakan amanat langsung Presiden kedua negara yang disepakati dalam pertemuan perdana Indonesia–Turki High-Level Strategic Cooperation Council (HLSC) pada Februari tahun lalu.
Menlu Sugiono menegaskan bahwa forum 2+2 merupakan platform penting untuk memperkuat koordinasi dalam kerangka kemitraan strategis komprehensif Indonesia dan Turki.
“Indonesia menyelenggarakan pertemuan 2+2 ini hanya dengan sekelompok negara mitra, mencerminkan kepercayaan dan komitmen jangka panjang yang mendalam untuk membangun hubungan bilateral yang lebih kuat dengan Turki,” ujar Sugiono, dalam keterangan di situs Kemenlu RI, Sabtu, 10 Januari 2026.
Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama di sejumlah bidang prioritas, termasuk pertahanan dan industri pertahanan, energi, perdagangan, serta investasi. Para menteri juga bertukar pandangan mengenai berbagai perkembangan regional dan global yang menjadi perhatian bersama.
Di bidang ekonomi, Indonesia dan Turki sepakat mengenai pentingnya percepatan penyelesaian Preferential Tariff Agreement (PTA) terbatas sebagai langkah awal menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) guna meningkatkan nilai perdagangan bilateral.
Isu Palestina hingga ASEAN
Kedua pihak juga mendorong peningkatan kerja sama investasi, termasuk di sektor energi, pertambangan, industri petrokimia, serta pengembangan ekosistem kendaraan listrik.Terkait isu regional dan global, kedua negara menegaskan komitmen sebagai mitra strategis dan bagian dari Global South untuk memperkuat kerja sama multilateral. Indonesia dan Turki juga bertukar pandangan mengenai situasi di Palestina, Timur Tengah, kawasan ASEAN dan Pasifik, serta dinamika global lainnya.
Indonesia kembali menegaskan dukungan terhadap keinginan Türkiye untuk menjadi ASEAN Full Dialogue Partner. Kedua negara sepakat untuk terus mendorong kerja sama konkret antara ASEAN dan Türkiye, khususnya di bidang ekonomi.
Terkait Palestina, sebagai anggota Group of Eight, Indonesia dan Türkiye menekankan pentingnya gencatan senjata di Gaza, memastikan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, serta mendorong langkah-langkah rekonstruksi ke depan.
Hasil pertemuan tersebut dituangkan dalam Joint Declaration yang mencerminkan komitmen bersama Indonesia dan Türkiye untuk memperkuat kemitraan strategis secara berkelanjutan.
Selanjutnya, Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Republik Türkiye Recep Tayyip Erdo?an di Istanbul pada Sabtu ini.
Baca juga: Menhan Sjafrie Dorong Kerja Sama Teknologi Pertahanan Indonesia–Turki