Mamdani Kembali Serukan Pembubaran ICE usai Penembakan di Minneapolis

Wali Kota New York Zohran Mamdani. (Anadolu Agency)

Mamdani Kembali Serukan Pembubaran ICE usai Penembakan di Minneapolis

Willy Haryono • 27 January 2026 08:44

New York: Wali Kota New York Zohran Mamdani kembali menyerukan pembubaran Immigration and Customs Enforcement (ICE), dengan mengatakan bahwa lembaga tersebut telah melakukan tindakan kekerasan mematikan yang berujung pada tewasnya warga sipil.

“ICE membunuh Renee Good di siang bolong,” ujar Mamdani dalam pernyataan di platform X.

“Kurang dari tiga minggu kemudian, mereka membunuh Alex Pretti, menembaknya 10 kali. Setiap hari, kita menyaksikan orang-orang diseret dari mobil mereka, dari rumah mereka, dari kehidupan mereka. Kita tidak bisa membiarkan diri kita berpaling dari kekejaman ini. Bubarkan ICE," tegasnya, dikutip dari India Today, Selasa, 27 Januari 2026.

Dalam wawancara dengan program This Week di ABC yang ditayangkan pada Minggu, Mamdani menggambarkan serangkaian pembunuhan di Minneapolis sebagai sesuatu yang mengerikan dan menuduh para pemimpin seolah meminta masyarakat Amerika untuk tidak mempercayai apa yang mereka lihat.

“Saya pikir apa yang kita saksikan di sana sangat mengerikan,” kata Mamdani.

“Terlalu banyak warga Amerika yang diminta untuk tidak mempercayai mata mereka sendiri, tidak mempercayai telinga mereka sendiri, tidak mempercayai realitas mereka sendiri," lanjutnya.

Merujuk pada rekaman video insiden yang melibatkan Renee Good, Mamdani mengatakan tidak ada kesimpulan lain yang bisa ditarik. “Itulah mengapa saya menyebutnya sebagai pembunuhan,” ujarnya. “Tidak ada cara lain untuk menonton video itu dan sampai pada kesimpulan yang berbeda.”

Good, seorang warga negara Amerika Serikat berusia 37 tahun, ditembak mati oleh seorang agen ICE saat sedang duduk di dalam mobilnya pada 7 Januari. Otoritas menyatakan bahwa ia bukan target dari operasi penggerebekan imigrasi. Kematian Good memicu aksi protes selama beberapa pekan di Minneapolis.

Kurang dari tiga minggu kemudian, warga negara AS lainnya yang juga berusia 37 tahun, Alex Pretti, tewas setelah ditembak berkali-kali oleh setidaknya satu agen Customs and Border Protection dalam peristiwa terpisah di kota yang sama.

Ketakutan Tidak Hanya di Minneapolis

Mamdani mengatakan ketakutan yang melanda Minneapolis tidak bersifat unik. “Ini adalah ketakutan yang juga dirasakan warga New York,” katanya, menggambarkannya sebagai ketakutan akan “diteror.” Ia menyatakan akan melakukan segala upaya untuk mencegah tindakan serupa terjadi di New York City.

“Saya juga telah menyampaikan dengan jelas kepada presiden bahwa penggerebekan ICE ini kejam, tidak manusiawi, dan sama sekali tidak melayani kepentingan keselamatan publik,” kata Mamdani.

Di tengah berlanjutnya aksi protes dan meningkatnya sorotan publik, Mamdani mengatakan pilihan yang dihadapi warga Amerika sederhana. “Orang-orang ingin mendengar kebenaran,” ujarnya. “Mereka ingin melihat kebenaran.”

Pejabat federal membela operasi yang dilakukan, sementara penyelidikan terhadap kasus penembakan tersebut masih terus berlangsung.

Baca juga:  Gubernur Minnesota Desak Trump Tarik Agen ICE usai Kematian Alex Pretti

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)