Farhan Waspadai Potensi Bencana di Kawasan Gunung Manglayang

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Istimewa)

Farhan Waspadai Potensi Bencana di Kawasan Gunung Manglayang

Roni Kurniawan • 28 January 2026 18:48

Bandung: Pemerintah Kota Bandung meningkatkan langkah antisipasi bencana, khususnya di kawasan Bandung Utara (KBU) dan wilayah yang berdekatan dengan kaki Gunung Manglayang. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan kawasan tersebut menjadi perhatian serius karena jaraknya yang sangat dekat dengan permukiman warga.

"Kalau KBU itu yang paling mengkhawatirkan. Tapi yang paling tegang saya sekarang ini Manglayang," kata Farhan di Kelurahan Cibangkong, Rabu, 28 Januari 2026.


Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Istimewa)

Farhan mengatakan, Pemkot Bandung saat ini tengah melakukan penataan dan penguatan mitigasi bencana di sejumlah kecamatan yang berada di sekitar kaki Gunung Manglayang, yakni Kecamatan Mandalajati, Cibiru, dan Ujungberung.

"Saya lagi beberes di wilayah itu. Mandalajati kemarin, berikutnya Cibiru, dan Ujungberung juga lagi fokus-fokusnya," sahut Farhan.

Menurut Farhan, kedekatan geografis antara titik-titik rawan di lereng Gunung Manglayang dengan wilayah permukiman warga menjadi alasan utama kawasan tersebut harus mendapat perhatian lebih.

"Antisipasinya karena jarak antara kaki Gunung Manglayang dengan tiga kecamatan itu dekat banget. Itu yang sangat kita khawatirkan," jelas Farhan.

Sebagai langkah mitigasi, Pemkot Bandung terus menjaga dan memperkuat fungsi ruang terbuka hijau (RTH) yang berada di kawasan tersebut. Farhan mengaku, pemerintah telah membeli dan membuka banyak RTH, khususnya di Mandalajati dan Cibiru, untuk berfungsi sebagai area penyangga alami.

"Kita ingin memastikan semua buffer yang kita punya itu terjaga. Pohonnya jangan sampai digusur, ditebang, atau dialihfungsikan," tegasn Farhan.

Terkait isu alih fungsi lahan, Farhan memastikan tidak terjadi penyimpangan. Farhan menyebutkan, penambahan RTH di kawasan Cibiru dan Mandalajati sudah dilakukan sejak dua tahun terakhir dan merupakan kelanjutan dari kebijakan wali kota sebelumnya.

"Enggak ada alih fungsi lahan. Sejak dua tahun lalu kita memang fokus menambah RTH di Cibiru dan Mandalajati. Dari zaman Pak Koswara, Mang Oded, penanaman pohon memang diarahkan ke sana," ungkap Farhab.

Farhan juga mengakui potensi longsor di kawasan Manglayang masih menjadi ancaman serius. Hal ini disebabkan jarak antara titik-titik kritis rawan longsor dengan pemukiman warga Kota Bandung yang sangat berdekatan.

"Kalau Manglayang iya, potensi longsor itu ada. Kita harus lebih khawatir karena jarak antara titik kritis dengan wilayah pemukiman warga itu dekat sekali," pungkas Farhan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)