Kapal Wisata KM Prestige Voyager Kandas di Perairan Raja Ampat Bawa 24 Turis Asal Tiongkok

Tampak Kapal wisata KM Prestige Voyager berlayar di Perairan Raja Ampat yang kemudian kandas di Pulau Aroborek, Selasa (13/1/2026). ANTARA/HO-Humas Polres Raja Ampat

Kapal Wisata KM Prestige Voyager Kandas di Perairan Raja Ampat Bawa 24 Turis Asal Tiongkok

Whisnu Mardiansyah • 15 January 2026 15:57

Raja Ampat: Kapal wisata KM Prestige Voyager yang membawa 19 turis asal Tiongkok dan lima wisatawan domestik sempat kandas selama sekitar empat jam di Perairan Pulau Aroborek, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Kejadian ini terjadi saat kapal berupaya menghindari cuaca buruk.

Kasat Polair Polres Raja Ampat Ipda Feni Maulana menjelaskan kronologinya. Kapal tersebut sebelumnya mengantarkan wisatawan untuk menyelam di Perairan Yanggefo pada Selasa, 13 Januari 2026.

“Sekitar pukul 16.30 WIT, KM Prestige Voyager mengantarkan para tamu untuk kegiatan menyelam di Perairan Yanggefo. Kemudian sekitar pukul 17.30 WIT kapal bertolak mencari tempat berlindung karena cuaca buruk,” ujarnya di Raja Ampat seperti dilansir Antara, Kamis, 15 Januari 2026.

Nakhoda memutuskan menuju Yenbeser sebagai lokasi berlindung karena angin bertiup kencang dari arah barat laut, demi menjaga keselamatan penumpang, kapal, dan kru. Namun dalam perjalanan, kapal mengalami kandas akibat kondisi air laut surut di sekitar Perairan Pulau Aroborek.
 


“Kapal mengalami kandas di titik koordinat 0°30’902’’ LS dan 130°33’170’’ BT. Nakhoda kemudian berupaya melakukan olah gerak untuk mengeluarkan kapal dari lokasi kandas,” kata Ipda Feni.

Upaya tersebut baru berhasil setelah kondisi air laut kembali pasang. Sekitar pukul 22.30 WIT, kapal berhasil keluar dari lokasi kandas dan mencari tempat aman untuk lego jangkar.

“Sekitar empat jam kemudian, saat air pasang, kapal sudah kembali dapat beraktivitas seperti biasa,” ucapnya.


Ilustrasi Medcom.id

Ipda Feni memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penumpang, baik wisatawan asing maupun domestik, tetap berada di atas kapal dalam kondisi aman.

“Total penumpang terdiri atas 19 orang warga negara China dan lima orang warga Indonesia, seluruhnya dalam keadaan baik,” ujarnya.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan, termasuk pengecekan di dasar laut untuk memastikan apakah insiden kandas menyebabkan kerusakan terumbu karang.

“Anggota kami masih melakukan pengecekan di dasar laut untuk mengetahui tingkat kerusakan, apakah ada karang yang terdampak atau tidak. Masih dalam proses penyelidikan,” kata Ipda Feni.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)