Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: Antara.
Wamenhaj: 6 Calon Petugas Haji Dipulangkan
Anggi Tondi Martaon • 16 January 2026 06:24
Jakarta: Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyebutkan ada enam calon petugas haji yang dipulangkan dari pendidikan dan pelatihan (diklat) di Asrama Haji Pondok Gede. Sebab, mereka tidak jujur soal kondisi kesehatannya.
Hal itu disampaikan Dahnil dalam apel malam di hadapan lebih dari 1.600 peserta diklat calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H/2026 M. "Laporan yang saya terima sudah ada yang berguguran. Ada setidaknya enam orang. Tiga di antaranya karena sakit," ujar Dahnil dikutip dari Antara, Jumat, 16 Januari 2026.
Dahnil menyoroti ketidakjujuran peserta sejak awal seleksi. Beberapa peserta diketahui menyembunyikan riwayat penyakit serius yang berisiko menular atau memberatkan tim. Seperti Tuberkulosis (TBC) dan gangguan ginjal.
"Sejak awal masuk tidak jujur menyatakan bahwasanya dia ada sakit. Misalnya TBC atau ginjal yang justru bisa mencelakai teman-teman sekalian. Penyakit seperti TBC itu menular, maka kami memutuskan untuk memulangkan dan menggugurkan haknya," ungkap eks Jubir Menhan tersebut.
Petugas haji harus siap bekerja di bawah tekanan cuaca ekstrem dan kelelahan fisik saat melayani jamaah lansia. Jika petugas sakit, maka pelayanan kepada jamaah dipastikan akan terganggu.

Ilustrasi petugas haji. Foto: Media Center Haji.
Eks Ketua Umum (Ketum) PP Pemuda Muhammadiyah tersebut mengingatkan peserta yang tersisa untuk menjaga kesehatan selama pelatihan yang berlangsung hingga 30 Januari 2026. Dia juga meminta para calon petugas saling menjaga.
"Kita ingin semuanya tetap sehat dan bugar untuk memastikan nanti pada bulan April dan Mei kita bisa bertugas dengan baik," ujar Wamenhaj.
Standar kesehatan dan kejujuran menjadi harga mati bagi calon petuga haji. Ketegasan tersebut menjadi sinyal bahwa Kemenhaj tidak akan mentolerir ketidaksiapan fisik yang ditutupi oleh manipulasi data kesehatan.