Ilustrasi. Foto: Freepik.
Daftar Mata Uang Terlemah 2026: Rupiah di Urutan Kelima
Eko Nordiansyah • 17 January 2026 20:55
Jakarta: Forbes baru saja merilis daftar terbaru mata uang dengan nilai tukar terendah di dunia pada awal tahun 2026. Berdasarkan data Open Exchange, Rupiah masih menempati urutan kelima dalam jajaran sepuluh besar mata uang terlemah di dunia.
Dalam laporan bertajuk "Top 10 Weakest Currencies In The World In 2026", Forbes menyoroti bahwa nilai mata uang seringkali menjadi indikator kesehatan ekonomi, stabilitas politik, dan daya beli masyarakat. Berikut daftar 10 mata uang terendah di dunia pada awal tahun 2026, melansir laman resmi Forbes:
1. Pound Lebanon (LBP)
Pound Lebanon (LBP) saat ini memegang rekor sebagai mata uang terendah di dunia. Akibat krisis ekonomi, nilai tukarnya anjlok hingga mencapai 89.556 LBP per 1 Dolar Amerika Serikat (AS). Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga bahkan harus membawa tumpukan uang karena nilai tukarnya yang sangat rendah.2. Rial Iran (IRR)
Sanksi global dan inflasi 43 persen membuat Rial Iran terpuruk di posisi kedua, sebagai mata uang terlemah dunia. Dengan nilai tukar 42.112 IRR per 1 dolar AS, kekuatan Rial Iran jauh di bawah Rupiah. Jika dibayangkan, satu Rial Iran hanya bernilai sekitar Rp0,40, yang artinya lebih rendah dibandingkan satu perak.3. Dong Vietnam (VND)
Walaupun tercatat dalam daftar mata uang terlemah di dunia, dengan kurs 26.345 VND per 1 dolar AS, kondisi ekonomi Vietnam justru menunjukkan performa yang optimal. Rendahnya nilai tukar Dong merupakan bagian dari strategi moneter pemerintah Vietnam untuk menekan harga produk ekspor, sehingga memiliki daya saing yang tinggi di pasar global.4. Kip Laos (LAK)
Berada di posisi keempat, Laos tengah menghadapi tantangan ekonomi serius akibat beban utang luar negeri yang terus meningkat. Kondisi ini membuat nilai tukar Kip merosot, di mana setiap 1 USD kini setara dengan 21.663 LAK.5. Rupiah Indonesia (IDR)
Indonesia menempati urutan kelima dalam daftar mata uang terendah di dunia. Dengan nilai tukar yang sempat menyentuh Rp16.877 per 1 Dolar AS pada Januari 2026, para analis memperkirakan ekonomi Indonesia akan tetap kokoh. Posisi Rupiah dalam daftar ini lebih dipengaruhi oleh faktor denominasi, bukan semata-mata karena kegagalan ekonomi.Baca Juga :
Dolar AS Masih Kinclong

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
6. Som Uzbekistan (UZS)
Negara pecahan Uni Soviet ini tengah berbenah dalam proses transisi ekonomi. Dengan nilai tukar 1 USD setara 11.861 UZS, Uzbekistan masih menghadapi tantangan besar berupa angka pengangguran yang tinggi serta struktur ekonomi yang bergantung pada komoditas kapas dan mineral. ?7. Franc Guinea (GNF)
Franc Guinea, diperkenalkan sejak 1959 dan kini memiliki nilai tukar yang sangat rendah, yakni 1 USD setara dengan 8.658,25 GNF. Meski kaya akan sumber daya alam seperti emas dan intan, Guinea terus menghadapi tantangan ekonomi berat akibat inflasi kronis, ketidakstabilan politik, serta beban sosial dari arus pengungsi negara tetangga.8. Franc Burundi (BIF)
Saat ini, nilai tukar mata uang Burundi berada di kisaran 8.754,96 Franc per 1 USD. Dengan populasi melampaui 14 juta jiwa, negara yang berbatasan langsung dengan Rwanda, Tanzania, dan Republik Demokratik Kongo ini sangat bergantung pada sektor pertanian, dimana komoditas kopi dan teh mendominasi 90 persen total ekspor.9. Guarani Paraguay (PYG)
Meski Paraguay merupakan raksasa produsen kedelai, mata uangnya masih terpuruk di level 6.619 PYG per dolar AS. Minimnya investasi di sektor industri mengakibatkan produk mereka kurang memiliki nilai tambah yang kuat.?10. Ariary Madagaskar (MGA)
Posisi terakhir ditempati oleh Madagaskar dengan kurs 4.637 MGA per dolar AS. Perekonomian negara ini sangat rentan karena ketergantungan yang tinggi pada ekspor vanili yang harganya tidak stabil di pasar dunia. (Surya Mahmuda)Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com