Iran Klaim Serang Markas Komandan AS dan Israel di Timur Tengah

Iran melancarkan serangan rudal ke Israel dan beberapa lokasi aset Amerika Serikat di Timur Tengah. (Anadolu Agency)

Iran Klaim Serang Markas Komandan AS dan Israel di Timur Tengah

Willy Haryono • 14 March 2026 12:48

Teheran: Angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi yang diduga menjadi markas komandan Amerika Serikat dan Israel, menurut pernyataan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Jumat kemarin.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Fars dan Antara, Sabtu, 14 Maret 2026, IRGC menyebut sekitar 10 lokasi di wilayah yang disebutnya sebagai “wilayah pendudukan” serta tiga titik perkumpulan pasukan Amerika Serikat di kawasan tersebut telah menjadi target serangan.

“Sekitar 10 tempat perlindungan dan lokasi di wilayah pendudukan, serta tiga lokasi perkumpulan dan tempat perlindungan AS di wilayah tersebut, telah diidentifikasi dan diserang dengan tujuan memburu komandan AS dan Zionis,” kata IRGC.

Menurut IRGC, pasukan Iran menggunakan drone dan rudal untuk menyerang sejumlah lokasi di Israel. Serangan tersebut dilaporkan menargetkan tujuh lokasi di Tel Aviv, dua target di kota Rishon LeZion yang berada di selatan Tel Aviv, serta satu lokasi di kota Shoham.

Selain itu, Iran juga melancarkan serangan terhadap Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi serta pangkalan militer Amerika Serikat di Baghdad dan Erbil di Irak.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari.

Serangan tersebut menimbulkan kerusakan serta korban sipil dan juga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangkaian serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di berbagai negara di Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Israel sebelumnya menyatakan serangan mereka bertujuan mencegah ancaman yang dinilai berasal dari program nuklir Iran.

Namun, sejumlah pejabat Barat kemudian menyatakan bahwa operasi militer tersebut juga bertujuan mendorong perubahan kekuasaan di Iran.

Baca juga:  AS Tawarkan Hadiah Rp170 Miliar untuk Informasi Keberadaan Mojtaba Khamenei

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)