Anak-anak di Gaza kelaparan akibat perang yang melanda saat ini. Foto: Anadolu
Anak Palestina Tewas di Gaza Utara, Krisis Kemanusiaan Kian Memburuk
Fajar Nugraha • 2 January 2026 15:48
Gaza: Pasukan Israel dilaporkan menewaskan seorang anak Palestina di wilayah Gaza utara di tengah krisis kemanusiaan yang semakin parah akibat pembatasan bantuan dan serangan yang terus berlanjut.
Seorang sumber medis di Rumah Sakit al-Shifa, Kota Gaza, pada Kamis, 1 Januari 2026, menyebut korban bernama Youssef Ahmed al-Shandaghli yang tewas di kawasan Jabalia an-Nazla. Hingga kini, kronologi pasti kematian anak tersebut belum diketahui.
Insiden itu terjadi ketika Israel masih melancarkan serangan di berbagai wilayah Gaza meskipun gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah berlaku sejak Oktober. Dalam periode tersebut, lebih dari 400 warga Palestina dilaporkan tewas dan ratusan lainnya luka-luka.
Pembatasan ketat Israel terhadap masuknya bantuan kemanusiaan juga memperburuk kondisi warga di wilayah yang sebagian besar telah hancur akibat perang berkepanjangan.
Pada hari yang sama, media lokal melaporkan seorang anak perempuan meninggal dunia di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah, akibat cuaca dingin ekstrem. Selain itu, Tim Pertahanan Sipil Palestina menemukan jenazah seorang ibu dan anak setelah kebakaran melanda tenda pengungsi di kawasan Yarmouk, Kota Gaza bagian tengah.
Ratusan ribu keluarga Palestina kini terpaksa tinggal di kamp pengungsian padat dan tempat penampungan darurat karena rumah mereka hancur.
Dilansir dari media Al Jazeera, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai lembaga kemanusiaan mendesak Israel agar mengizinkan masuknya tenda, selimut, dan bantuan lain untuk membantu warga menghadapi musim dingin.
UNICEF melaporkan sedikitnya lima anak Palestina meninggal dunia di Gaza sepanjang Desember akibat kurangnya tempat tinggal layak. Salah satunya adalah Ata Mai, bocah tujuh tahun yang tewas tenggelam di kamp pengungsian darurat saat hujan lebat dan suhu dingin ekstrem.
“Anak-anak di Gaza telah mengalami penderitaan yang cukup dan berhak atas perlindungan serta tempat tinggal yang aman,” ucap Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Edouard Beigbeder, seperti dikutip Anadolu, Jumat 2 Januari 2026.
Di sisi lain, Israel juga mulai memberlakukan larangan terhadap puluhan lembaga bantuan internasional yang beroperasi di Gaza dan Tepi Barat, sebuah langkah yang dikecam PBB karena dinilai menghambat akses kemanusiaan dan berisiko menghentikan bantuan penyelamat nyawa bagi warga Palestina.
(Keysa Qanita)