Iran Tangkap 500 Orang Atas Tuduhan Spionase Sejak Serangan AS-Israel

Ilustrasi: Medcom.id

Iran Tangkap 500 Orang Atas Tuduhan Spionase Sejak Serangan AS-Israel

Muhammad Reyhansyah • 17 March 2026 06:15

Teheran: Otoritas Iran menangkap 500 orang atas tuduhan spionase sejak dimulainya serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap negara tersebut.

Dilansir dari Anadolu, Senin, 16 Maret 2026, Kepala Kepolisian Iran Brigadir Jenderal Ahmadreza Radan mengatakan para tersangka ditahan karena diduga melakukan kegiatan mata-mata bagi musuh serta bekerja sama dengan media yang dianggap bermusuhan.

Menurut laporan kantor berita semi-resmi Tasnim, Radan menyebut para tersangka dituduh “memata-matai untuk musuh dan media yang bermusuhan.”

Ia menambahkan sekitar 250 dari mereka diduga memberikan informasi intelijen kepada penyiar yang berbasis di London, Iran International.

Informasi tersebut, menurut Radan, termasuk data mengenai lokasi-lokasi yang menjadi sasaran serangan.

Para tersangka juga disebut memiliki hubungan dengan kelompok bersenjata serta berupaya mengganggu ketertiban umum.

Pemerintah Iran sebelumnya menetapkan Iran International TV sebagai “organisasi teroris” pada 2022.

Teheran menuduh media tersebut menyebarkan informasi menyesatkan mengenai aksi protes anti-pemerintah di Iran serta mendorong demonstran melakukan tindakan kekerasan.

Pemerintah Iran juga mengumumkan penyitaan aset staf media tersebut yang berada di Iran.

Penangkapan tersebut terjadi di tengah konflik yang meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari.

Serangan tersebut dilaporkan telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat.

Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban serta kerusakan pada sejumlah infrastruktur sipil, sekaligus berdampak pada pasar global dan sektor penerbangan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)