Gobel Ajak Lindungi Industri Nasional di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Yassirle didampingi tokoh industri nasional Rachmat Gobel di lingkungan PT Panasonic Manufacturing Indonesia. Dokumentasi/ istimewa.

Gobel Ajak Lindungi Industri Nasional di Tengah Tantangan Ekonomi Global

Deny Irwanto • 20 May 2026 15:41

Jakarta: Apel Besar yang diselenggarakan di lingkungan PT Panasonic Manufacturing Indonesia disebut memiliki makna istimewa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda rutin perusahaan, tetapi juga momentum penting yang sarat nilai kebangsaan dan kebersamaan.

Apel dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli, Staff Khusus Menaker RI, Indra, dan tokoh industri nasional, Rachmat Gobel serta Arief Gobel. Kehadiran para pemimpin ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan pekerja dalam membangun hubungan industrial yang harmonis.

Rachmat Gobel menyampaikan terima kasih kepada pemerintah khususnya Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia atas dukungan dalam menjaga stabilitas dan keberlangsungan industri nasional.

"Beliau juga memberikan masukan strategis agar pemerintah semakin memperkuat langkah proteksi terhadap industri dalam negeri, termasuk melakukan tindakan tegas terhadap peredaran produk illegal," kata Rachmat Gobel dalam keterangan tertulis, Rabu, 20 Mei 2026.

Rachmat Gobel menjelaskan tindakan tegas terhadap produk illegal sangat penting dilakukan pemerintah untuk melindungi industri nasional sekaligus menjaga kepentingan dan keselamatan masyarakat Indonesia.


Tokoh industri nasional Rachmat Gobel saat apel di lingkungan PT Panasonic Manufacturing Indonesia. Dokumentasi/ istimewa.

Gobel menyampaikan aspirasi pelaku industri di tengah tekanan ekonomi global. Ia meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kondisi ekonomi Indonesia yang sedang menghadapi tantangan berat di tengah dinamika geopolitik dunia. 

"Indonesia adalah pasar yang sangat besar. Ini adalah keunggulan yang tidak dimiliki banyak negara Asia lainnya. Semestinya pemerintah lebih fokus melindungi pasar dalam negeri sebagai insentif utama bagi industri nasional," jelasnya.

Momentum apel ini semakin bermakna karena bertepatan dengan Bulan Hubungan Industrial serta menjadi bagian dari rangkaian peringatan 7 Dekade Gobel Membangun Negeri.

Sementara bertindak sebagai Inspektur Upacara, Presiden Federasi Serikat Pekerja Panasonic GOBEL (FSPPG), Djoko Wahyudi, menyampaikan semangat persatuan dan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan di lingkungan kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli juga menekankan pentingnya inovasi dan perbaikan berkelanjutan sebagai fondasi utama dalam meningkatkan daya saing industri nasional.

Ia menegaskan bahwa hubungan industrial yang harmonis harus mampu mendorong produktivitas melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, adaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta budaya kerja yang terus berkembang dan responsif terhadap perubahan zaman.

Menaker Yassirle juga meresmikan Ebu Center yang merupakan pusat studi yang mendokumentasikan nilai-nilai perusahaan yang yang diajarkan Konosuke Matsushita dan Thayeb M Gobel. Adapun Matsushita adalah pendiri Panasonic dan Gobel adalah pendiri Gobel Group. Dua tokoh ini melakukan kerja sama dengan mendirikan Panasonic Gobel Group.

Matsushita terkenal dengan Filosofi Air Mengalir, sedangkan Gobel terkenal dengan Filosofi Pohon Pisang. Air mengajarkan tentang memberi kehidupan, sedangkan pohon pisang mengajarkan manfaat bagi kehidupan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Deny Irwanto)