Wisatawan memandangi kawah Gunung Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)
Badan Geologi: Longsor di Tebing Kelimutu Tak Terkait Aktivitas Vulkanik
Whisnu Mardiansyah • 5 August 2026 17:25
Ende: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan longsoran yang terjadi pada tebing di antara Kawah I (Tiwu Ata Polo) dan Kawah II (Tiwu Koofai Nuwamuri) Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, tidak berkaitan dengan peningkatan aktivitas vulkanik gunung tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan hasil pengecekan lapangan menunjukkan longsoran terjadi pada sebagian dinding sisi selatan yang memisahkan Kawah I dan Kawah II.
Adapun tim PVMBG Badan Geologi itu melaporkan longsoran tersebut diduga dipicu oleh proses pelapukan dan rekahan batuan yang menyebabkan dinding kawah menjadi tidak stabil.
Laporan tersebut kemudian, menurut Lana, dicocokkan dengan hasil pengamatan visual maupun instrumental petugas hingga 5 Agustus 2026 yang tidak menunjukkan adanya peningkatan aktivitas Gunung Kelimutu.
"Pemantauan juga tidak mencatat perubahan signifikan pada aktivitas kegempaan, warna air kawah, maupun suhu kawah yang mengindikasikan peningkatan aktivitas vulkanik," kata Lana dalam keterangannya di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu, 5 Agustus 2026.
Dia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan tersebut, Badan Geologi menetapkan status Gunung Kelimutu tetap berada pada Level I (Normal).
Gunung api bertipe strato dengan ketinggian 1.384,5 meter di atas permukaan laut itu merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Ende dengan jumlah kunjungan wisatawan yang relatif tinggi.
Badan Geologi mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk membatasi aktivitas di sekitar kawasan kawah dengan tidak melewati pagar pembatas, tidak mendekati bibir danau kawah, tidak mendekati area keluarnya gas, serta tidak bermalam di dalam kawasan kawah guna menghindari potensi bahaya gas beracun.
Selain itu, pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Kelimutu di Kampung Kolorongo, Desa Waturaka, Kabupaten Ende, serta dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam memantau perkembangan kondisi gunung api tersebut.
Badan Geologi juga mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan, serta mengikuti perkembangan resmi melalui aplikasi MAGMA Indonesia maupun laman resmi Badan Geologi.
"Evaluasi terhadap tingkat aktivitas Gunung Kelimutu akan dilakukan secara berkala maupun sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan. Badan Geologi menegaskan masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang demi menjaga keselamatan bersama," kata Lana menambahkan.