Jateng Bidik Sektor Pariwisata Berbasis Syariah pada 2027

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 dan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, di Grhadika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat, 6 Februari

Jateng Bidik Sektor Pariwisata Berbasis Syariah pada 2027

Silvana Febiari • 9 February 2026 15:56

Semarang: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menetapkan sektor pariwisata dan penguatan ekonomi berbasis syariah sebagai prioritas utama pembangunan pada tahun 2027. Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Untuk tahun 2027, Jawa Tengah kita arahkan pada sektor pariwisata dan penguatan ekonomi, lewat ekonomi halal berbasis syariah. Ini menjadi prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif," kata Taj Yasin dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng, Senin, 9 Februari 2026. 

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini juga mengungkapkan, tren kunjungan wisatawan luar negeri ke Jawa Tengah menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan analisis data, segmen wisatawan dari Timur Tengah menjadi salah satu pasar yang paling potensial, jika didukung dengan ekosistem yang tepat.
 


"Wisatawan mancanegara banyak juga dari Timur Tengah. Mereka sangat senang dengan destinasi yang berstatus ramah muslim (muslim-friendly tourism). Saat ini, ekosistem tersebut sudah mulai tumbuh di beberapa wilayah, seperti Karanganyar, Wonosobo, dan Temanggung," jelasnya.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemprov Jateng berencana mengembangkan sistem aglomerasi pariwisata, termasuk di kawasan Semarang Raya. Melalui skema ini, seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata akan saling terhubung sehingga promosi destinasi dapat dilakukan secara masif dan terpadu.


Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2026 dan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, di Grhadika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat, 6 Februari 2026. Dokumentasi/Humas Pemprov Jateng


Meski berfokus pada ekonomi halal, Gus Yasin menekankan, daya tarik wisata tidak akan maksimal jika tidak dibarengi dengan kebersihan lingkungan. Dia tidak ingin wisatawan, baik domestik maupun internasional, hanya disuguhi pemandangan sampah saat berkunjung ke Jawa Tengah.

"Kita dukung penuh program Asta Cita Bapak Presiden, termasuk menciptakan lingkungan yang asri, aman, dan bersih. Kami mengajak seluruh stakeholder untuk bergerak bersama membersihkan lingkungan," ujarnya. 

Ia menjelaskan bahwa rencana pembangunan 2027 juga tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan. Selain mempromosikan wisata, pemerintah memperketat izin industri di wilayah hulu (pegunungan) dan hilir (pantai) guna menjaga ekosistem tetap terjaga.

Langkah itu diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata dengan kelestarian alam Jawa Tengah, sehingga menjadi magnet bagi investasi hijau di masa depan. 

Pembahasan lebih lanjut mengenai ekonomi halal dan penguatan ekosistem syariah akan diulas dalam Metro TV Sharia Economic Forum 2026. Forum ini digelar pada 12 Februari 2026 pukul 09.00 WIB dan disiarkan melalui YouTube Metro TV.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)