BMKG Deteksi Asap Karhutla dari Selatan Sumatra Bergerak ke Riau

Peta pergerakan angin di Pulau Sumatera yang bergerak dari selatan menuju barat ke utara. ANTARA/HO-BMKG Pekanbaru

BMKG Deteksi Asap Karhutla dari Selatan Sumatra Bergerak ke Riau

Whisnu Mardiansyah • 15 September 2026 19:46

Pekanbaru: Kabut asap yang menurunkan kualitas udara di Provinsi Riau tidak hanya berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi adanya pergerakan asap dari wilayah selatan Sumatera menuju Riau.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Warjono menjelaskan pergerakan asap tersebut dipengaruhi pola angin dari arah tenggara dan barat daya. Pergerakan angin membawa konsentrasi asap ke wilayah Riau meski sebagian titik api lokal sudah berhasil dikendalikan.

“Berdasarkan pola angin dan citra sebaran asap yang kami pantau, terdapat potensi kiriman asap dari wilayah di sebelah selatan Riau. Karena asap bergerak mengikuti arah angin, kondisi yang terpantau di Riau tidak hanya dipengaruhi sumber yang berada di dalam wilayah Riau,” kata Warjono di Pekanbaru, seperti dilansir Antara, Selasa, 15 September 2026.

Pantauan BMKG mencatat terdapat 4.127 titik panas yang tersebar di Pulau Sumatera. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 2.878 titik.

Sementara itu, di Provinsi Riau terdeteksi 29 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang. Sebaran terbanyak berada di Kabupaten Indragiri Hulu dengan 19 titik dan Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak empat titik.

Tiga titik panas lainnya terpantau di Kabupaten Pelalawan. Sementara Dumai, Rokan Hilir, dan Indragiri Hilir masing-masing mencatat satu titik panas.
 


Karhutla Riau Tetap Jadi Prioritas

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau menegaskan penanganan karhutla di wilayah setempat tetap menjadi prioritas. Satuan Tugas (Satgas) Karhutla terus mengerahkan personel untuk memantau, menyisir, dan menangani titik api yang ditemukan.

Kepala Pelaksana BPBD Riau Edy Afrizal mengatakan keberadaan karhutla di Riau tetap menjadi perhatian meski kondisi kabut asap juga dipengaruhi pergerakan asap dari luar wilayah.

“Kami tidak menutup mata bahwa masih terdapat karhutla di Riau. Setiap titik api tetap menjadi tanggung jawab kita untuk ditangani. Namun, penjelasan BMKG juga memberikan gambaran bahwa kondisi kabut asap saat ini dipengaruhi dinamika atmosfer dan pergerakan asap lintas wilayah,” kata Edy Afrizal.



Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. Foto: dok. MI.


Penanganan kebakaran dilakukan melalui operasi darat secara terpadu. Personel BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api dilibatkan dalam upaya pemadaman dan pengendalian karhutla.

Selain operasi darat, Satgas Karhutla Riau juga melakukan penanganan melalui udara. Upaya tersebut mencakup penggunaan helikopter water bombing serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca.

Edy mengatakan penanganan karhutla perlu menjadi fokus utama tanpa memperdebatkan asal asap yang bergerak ke wilayah Riau. Menurut dia, pengendalian titik api dan perlindungan masyarakat dari dampak asap menjadi prioritas.

“Tidak perlu saling menyalahkan dari mana asap berasal. Fokus kita adalah memastikan setiap kebakaran di Riau ditangani, mencegah munculnya titik api baru dan melindungi masyarakat dari dampak asap. Karhutla adalah persoalan bersama karena asap tidak mengenal batas wilayah,” sebut Edy.

(Whisnu M)