Ilustrasi. Foto: Freepik.
Sempat Naik, Harga Minyak Dunia Turun Lagi
Eko Nordiansyah • 5 February 2026 08:24
Houston: Harga minyak sedikit menurun pada Rabu, 4 Februari 2026, setelah sebuah laporan mengatakan pembicaraan nuklir antara AS dan Iran kembali berlanjut. Pembaruan sebelumnya mengatakan pembicaraan tersebut telah dibatalkan. Perkembangan antara kedua negara terus menjadi pendorong utama di balik pergerakan harga.
Harga minyak juga diuntungkan dari data industri yang menunjukkan persediaan minyak AS menyusut secara tak terduga dalam jumlah besar pada minggu sebelumnya. Cuaca dingin ekstrem di negara tersebut mengganggu produksi.
Dikutip dari Investing.com, Kamis, 5 Februari 2026, harga minyak Brent berjangka untuk April naik 1,9 persen menjadi USD68,61 per barel, setelah sebelumnya naik hingga USD69,75. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate berjangka naik 1,7 persen menjadi USD64,27 per barel.
Pembicaraan nuklir AS dan Iran berlanjut
Axios melaporkan pembicaraan nuklir telah gagal setelah AS tidak setuju untuk mengubah lokasi dan format pertemuan. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung Jumat. Axios kemudian melaporkan pembicaraan dilanjutkan kembali, setelah beberapa pemimpin Arab dan Muslim mendesak pemerintahan Trump untuk tidak menghentikan pembicaraan.Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, mengonfirmasi di X bahwa pembicaraan dijadwalkan akan diadakan di Muscat pada Jumat.
Para pejabat Iran sebelumnya menuntut agar pembicaraan dipersempit menjadi negosiasi dua arah tentang isu nuklir, yang memicu keraguan apakah dialog tersebut akan benar-benar terjadi.
Baca Juga :
Indonesia Teratas! Ini 7 Negara dengan Kepedulian Tertinggi terhadap Krisis Iklim
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Unplash)
Sementara itu, laporan semalam menunjukkan AS menembak jatuh sebuah drone Iran yang mendekati kapal induk AS di Laut Arab.
Secara terpisah, sekelompok kapal perang Iran terlihat mendekati kapal tanker berbendera AS di Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump telah mengancam akan melakukan tindakan militer lebih lanjut terhadap Iran jika negara itu tidak menerima tuntutan AS untuk mengekang program nuklirnya. Teheran telah memperingatkan akan pembalasan yang keras terhadap agresi AS apa pun.
Peningkatan tindakan militer di Timur Tengah berpotensi mengganggu pasokan minyak dari kawasan tersebut – sebuah anggapan yang mendukung harga minyak dalam beberapa sesi terakhir.
Persediaan AS menyusut di tengah gangguan produksi
Harga minyak juga didukung oleh data industri yang menunjukkan penurunan persediaan AS yang substansial dan tak terduga.Data dari American Petroleum Institute menunjukkan persediaan minyak AS menyusut 11,1 juta barel (mb) pada pekan hingga 30 Januari, dibandingkan dengan ekspektasi peningkatan sebesar 0,7 mb.
Data API biasanya menandakan tren serupa dari data persediaan resmi, yang akan dirilis kemudian pada hari itu.
Penurunan yang signifikan ini terjadi karena cuaca dingin di AS mengganggu produksi minyak di seluruh negeri, sekaligus mengganggu ekspor dari pantai Teluk. Gangguan pasokan di AS juga telah membantu menaikkan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir.