Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com
Kontribusi Sektor Halal terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Husen Miftahudin • 4 February 2026 07:13
Jakarta: Sektor halal kini menjadi salah satu pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Perkembangan industri halal dari berbagai sektor, mulai dari makanan hingga pariwisata, menyumbang kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta mendorong inovasi dan daya saing produk dalam negeri.
Mengutip dari laman Alami Sharia, sektor halal atau industri halal merupakan kegiatan produksi yang mencakup pengadaan bahan baku hingga pengolahan untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan prinsip syariat Islam.
Saat ini, cakupan industri halal tidak lagi terbatas pada makanan dan minuman, tetapi telah meluas ke berbagai aspek gaya hidup, termasuk pariwisata, kosmetik, layanan keuangan, dan fashion.
Dalam State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025, Indonesia berhasil menempati peringkat ketiga ekonomi halal global dengan skor GIEI 99,9, meningkat 19,8 poin dari periode sebelumnya.
Pencapaian ini mencerminkan kekuatan berbagai sektor halal Indonesia dan kemampuan negara ini menarik investasi besar, menandai potensi dan momentum positif yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi halal nasional.

(Ilustrasi ekonomi halal. Foto: dok UIN Antasari Banjarmasin)
Mengutip dari laman Alami Sharia, sektor halal atau industri halal merupakan kegiatan produksi yang mencakup pengadaan bahan baku hingga pengolahan untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan prinsip syariat Islam.
Saat ini, cakupan industri halal tidak lagi terbatas pada makanan dan minuman, tetapi telah meluas ke berbagai aspek gaya hidup, termasuk pariwisata, kosmetik, layanan keuangan, dan fashion.
Dalam State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025, Indonesia berhasil menempati peringkat ketiga ekonomi halal global dengan skor GIEI 99,9, meningkat 19,8 poin dari periode sebelumnya.
Pencapaian ini mencerminkan kekuatan berbagai sektor halal Indonesia dan kemampuan negara ini menarik investasi besar, menandai potensi dan momentum positif yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi halal nasional.
| Baca juga: Ekonomi Halal: Pengertian dan Peringkat Indonesia di Kancah Global |

(Ilustrasi ekonomi halal. Foto: dok UIN Antasari Banjarmasin)
Sektor halal jadi motor pertumbuhan ekonomi
Melansir dari laman Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), berdasarkan Indonesia Halal Markets Report 2021/2022, ekonomi halal mampu mendorong pertumbuhan PDB Indonesia secara signifikan melalui ekspor dan investasi, sekaligus memanfaatkan posisi Indonesia sebagai pasar konsumen halal terbesar di dunia.
"Berdasarkan Indonesia Halal Markets Report 2021/2022, ekonomi halal dapat meningkatkan PDB Indonesia sebesar USD5,1 miliar atau sekitar Rp72,9 triliun per tahun melalui peluang ekspor dan investasi. Selain itu, Indonesia juga merupakan pasar konsumen halal terbesar di dunia dengan sekitar 230 juta penduduk Muslim," tutur Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan (Babe Haikal).
Babe Haikal optimis industri halal mampu mendorong tercapainya pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen pada 2028–2029, sesuai dengan target yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.
"Dengan potensi besar ekosistem halal kita, saya optimis industri halal kita akan berperan penting dalam memacu pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen pada 2028-2029," ungkap dia.
Menurut Babe Haikal, sektor halal merupakan kekuatan pendorong pertumbuhan ekonomi yang mampu memperluas peluang bisnis, meningkatkan daya saing produk, mengintegrasikan pasar domestik dengan global, serta menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Pembahasan lebih lanjut mengenai ekonomi halal dan penguatan ekosistem syariah akan diulas dalam Metro TV Sharia Economic Forum 2026. Forum ini digelar pada 12 Februari 2026 pukul 09.00 WIB dan disiarkan melalui YouTube Metro TV. (Alfiah Ziha Rahmatul Laili)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com