Ilustrasi - Suasana lanskap kota yang diselimuti polusi udara di Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym/am.
Pemprov DKI Jakarta Perkuat Antisipasi Dampak Asap Karhutla
Duta Erlangga • 19 October 2026 10:43
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat langkah antisipasi dan mitigasi terkait sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat terdeteksi di atmosfer atas wilayah Jabodetabek. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui citra satelit Himawari, indikasi sebaran asap dari wilayah Sumatera dan Kalimantan sempat melintas di lapisan atmosfer tinggi di atas Jakarta dan sekitarnya pada 16 Oktober 2026. Lapisan tersebut berada pada ketinggian beberapa kilometer dan tidak serta-merta berdampak langsung pada kualitas udara di permukaan yang dihirup masyarakat.
Pemantauan terkini menunjukkan sebaran asap mulai bergerak menjauh dari wilayah Jawa bagian barat, termasuk Jabodetabek, seiring perubahan pola angin. Namun, Pemprov DKI tetap menjaga kewaspadaan karena kualitas udara di Jakarta juga dipengaruhi faktor lokal seperti emisi transportasi dan industri, serta kondisi musim kemarau. Beberapa titik pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Jakarta masih menunjukkan kategori sedang hingga tidak sehat, dengan parameter kritis partikulat halus PM2.5.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah memerintahkan kesiapsiagaan penuh fasilitas kesehatan. Sebanyak 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu (total 367 fasilitas) disiagakan untuk menangani potensi gangguan pernapasan atau ISPA. Dinas Kesehatan DKI Jakarta berkoordinasi intensif dengan fasilitas kesehatan tersebut agar pelayanan kepada warga yang membutuhkan dapat diberikan secara sigap.
Di sisi pengendalian polusi, Pemprov DKI menyiapkan dan mengaktifkan penyemprotan water mist (kabut air) yang terpasang di 179 perangkat pada 145 gedung di berbagai lokasi. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga tetap menjadi opsi yang disiapkan berkoordinasi dengan instansi terkait. Wakil Gubernur Rano Karno menegaskan langkah-langkah ini dilakukan secara berkelanjutan, meski sebaran asap mulai menjauh, untuk membantu menekan polutan di udara.
Baca Juga :
Antisipasi Asap Karhutla Kalimantan dan Sumatra, Pemprov DKI Siapkan Water Mist dan Modifikasi Cuaca
Pemprov DKI terus melakukan pemantauan real-time melalui stasiun pemantau kualitas udara, sensor emisi, serta koordinasi erat dengan BMKG, BPBD DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kementerian Lingkungan Hidup. Apabila kualitas udara mengalami pemburukan signifikan berdasarkan data resmi, opsi lanjutan seperti rekomendasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa, pembatasan aktivitas luar ruangan bagi kelompok rentan, dan imbauan penggunaan masker akan diterapkan sesuai kebutuhan.
“Kami memahami kekhawatiran warga. Yang terpenting, masyarakat tetap tenang, mengikuti informasi resmi, dan saling jaga. Pemprov DKI terus memantau secara intensif serta menyiapkan seluruh langkah antisipasi agar kesehatan warga, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan, tetap terlindungi,” kata Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Cyril Raoul Hakim (Chico Hakim).
Imbauan kepada masyarakat:
- Pantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, atau Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
- Gunakan masker (lebih baik N95/KN95) saat beraktivitas di luar ruangan.
- Kurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan atau penyerta.
- Segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala gangguan pernapasan.
- Hubungi layanan darurat Jakarta Siaga di nomor 112 jika membutuhkan bantuan cepat.
- Hindari membakar sampah atau aktivitas yang menambah polusi udara.