BMKG Prediksi Wilayah yang Masuk Musim Hujan Oktober 2026

Ilustrasi Medcom.id

BMKG Prediksi Wilayah yang Masuk Musim Hujan Oktober 2026

Putri Purnama Sari • 20 October 2026 18:37

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan 2026/2027 di Indonesia datang lebih lambat dibandingkan kondisi normal.

Meski sebagian besar wilayah diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026, sejumlah daerah diprediksi lebih dahulu mengalami awal musim hujan pada Oktober.

BMKG menyebut kondisi iklim global, terutama fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif, berpotensi mengurangi curah hujan di Indonesia. El Nino diperkirakan masih bertahan hingga awal 2027 sehingga dapat memengaruhi pola musim hujan di sejumlah wilayah.

Wilayah yang Mulai Memasuki Musim Hujan pada Oktober 2026

Berdasarkan informasi BMKG yang dibagikan melalui akun Instagram @infobmkg, sebanyak 63 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 7,6 persen wilayah diprediksi mulai memasuki musim hujan pada Oktober 2026.

Wilayah tersebut meliputi sebagian Sumatera, sebagian Jawa Barat, sebagian Kalimantan, sebagian Sulawesi Barat, sebagian kecil Sulawesi Tengah, sebagian Maluku Utara, sebagian Papua Barat Daya, sebagian Papua Barat, sebagian Papua, sebagian Papua Pegunungan, serta bagian timur Papua Tengah.

Awal musim hujan pada Oktober tidak terjadi secara serentak di seluruh Indonesia. Waktu dimulainya musim hujan bergantung pada kondisi iklim di masing-masing Zona Musim.

Sebagian Besar Wilayah Mulai Hujan pada November dan Desember 2026


Ilustrasi hujan, dok: MI

BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia baru memasuki musim hujan pada November dan Desember 2026.

Pada November 2026, sebanyak 185 ZOM atau sekitar 24,66 persen luas daratan Indonesia diprediksi mulai memasuki musim hujan. Wilayahnya mencakup sebagian Sumatera, sebagian Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Bali, sebagian Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagian kecil Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara, serta sebagian Papua Selatan.

Sementara itu, pada Desember 2026, sebanyak 266 ZOM atau sekitar 17,31 persen luas daratan Indonesia diprediksi mulai memasuki musim hujan. Wilayah tersebut meliputi sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, Kalimantan Selatan, sebagian besar Bali, sebagian besar NTB, sebagian besar NTT, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, serta Papua Selatan bagian selatan.

Secara keseluruhan, BMKG memprediksi awal musim hujan datang lebih lambat dari kondisi normal pada 529 ZOM atau 61,08 persen wilayah Indonesia. Adapun 26 ZOM atau 2,15 persen wilayah diperkirakan mengalami awal musim hujan sesuai dengan kondisi normal.

El Nino Sangat Kuat dan IOD Positif Pengaruhi Musim Hujan

Fenomena iklim global menjadi salah satu faktor yang memengaruhi mundurnya awal musim hujan tahun ini. BMKG mencatat anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur pada Agustus 2026 mencapai +2,83. Sementara itu, indeks ENSO periode Juni–Juli–Agustus 2026 berada pada angka +2,20, yang menunjukkan kondisi El Nino sangat kuat.

BMKG memperkirakan El Nino masih bertahan hingga awal 2027. Selain itu, fenomena IOD positif turut berpotensi mengurangi suplai uap air dan curah hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Kombinasi kedua fenomena tersebut berpotensi menyebabkan musim hujan datang lebih lambat dan berlangsung lebih singkat dibandingkan kondisi normal.

Puncak Musim Hujan Diprediksi pada Desember 2026 hingga Februari 2027

Meski awal musim hujan diperkirakan mundur, puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi berlangsung pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

BMKG memperkirakan sebanyak 155 ZOM atau 36,94 persen luas daratan Indonesia mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026. Selanjutnya, sebanyak 162 ZOM atau 25,68 persen diprediksi mencapai puncak musim hujan pada Januari 2027, sedangkan 190 ZOM atau 16,79 persen diperkirakan mengalaminya pada Februari 2027.

Dari sisi perbandingan dengan kondisi normal, puncak musim hujan diprediksi mengalami kemunduran pada 332 ZOM atau 50,76 persen wilayah Indonesia. Sementara itu, sebanyak 275 ZOM atau 39,69 persen wilayah diperkirakan mengalami puncak musim hujan pada waktu yang sama dengan kondisi normal.

Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Lebih Pendek

Selain datang lebih lambat, musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia juga diprediksi berlangsung lebih pendek dibandingkan kondisi normal.

BMKG memperkirakan sebanyak 482 ZOM atau 51,90 persen luas daratan Indonesia mengalami durasi musim hujan yang lebih pendek dari kondisi normal.

Meski demikian, dari sisi akumulasi curah hujan selama periode musim hujan, sebanyak 510 ZOM atau 69,76 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan dalam kategori normal atau mendekati rata-rata klimatologis.

Dengan demikian, masyarakat perlu memperhatikan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini BMKG di wilayah masing-masing, mengingat waktu awal musim hujan dan kondisi curah hujan dapat berbeda antardaerah.

(Siti Nahdia Usman)

(Putri Purnama Sari)