Jalur trotoar di Jalan Kedoya Pesing, Jakarta Barat. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
PKL dan Ojol Mendominasi, Fungsi Trotoar di Jakbar Belum Optimal
Gabriella Thesa Widiari • 27 October 2026 18:55
Jakarta: Penataan dan pengembalian fungsi trotoar bagi pejalan kaki masih menjadi tantangan pelik di wilayah perkotaan, termasuk di DKI Jakarta. Berbagai persoalan muncul akibat belum optimalnya pemanfaatan jalur pedestrian tersebut.
Persoalan ini memicu terganggunya estetika lingkungan serta besarnya potensi bahaya yang mengintai keselamatan warga saat melintas. Salah satunya tampak di ruas Jalan Kedoya Pesing, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Masih di kawasan yang sama, sejumlah toko terlihat hanya menyediakan sedikit ruang parkir bagi pengunjung. Alhasil, beberapa kendaraan bermotor terpaksa diparkir di area trotoar yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki.
Bergeser ke kawasan Jalan Kedoya Raya, terhitung belasan sepeda motor pengemudi ojek online (ojol) berderet hingga di atas trotoar. Sementara itu, para pengemudi berkumpul di area trotoar yang cukup luas untuk menunggu pesanan atau beristirahat.

Jalur trotoar di Jalan Kedoya Pesing, Jakarta Barat. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Sejumlah pedagang kopi keliling juga tampak memarkirkan sepeda dagangannya di trotoar tersebut untuk melayani para pengemudi yang sedang menunggu pesanan. Secara umum, kondisi fisik trotoar di kedua kawasan tersebut masih tergolong laik dan kokoh dengan ubin yang tersusun rapi.
Namun, jalur pemandu (guiding block) bernuansa kuning bagi penyandang disabilitas justru terlihat kurang terawat. Tekstur garis pada fasilitas tersebut kian memudar serta menghitam akibat tertutup debu jalanan dan bekas pijakan.
Kondisi itu semakin diperparah oleh keberadaan lapak pedagang yang berdiri tepat di atas jalur pemandu bagi penyandang disabilitas tersebut.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)